Suksesi adalah proses perubahan ekosistem dalam kurun waktu tertentu menuju kondisi lingkungan yang lebih teratur dan stabil. Proses suksesi berakhir dengan terbentuknya komunitas klimaks. Komunitas klimaks adalah suatu komunitas terakhir dan stabil yang mencapai keseimbangan dengan lingkungannya. Di alam ini terdapat dua macam suksesi, yaitu suksesi primer dan suksei skunder.
a. Suksesi Primer
https://encrypted-tbn0.gstatic.com
Suksesi primer terjadi jika suatu komunitas mengalami gangguan yang
berat sehingga mengakibatkan komunitas awal hilang atau rusak secara total
sehingga terbentuk habitat baru. Pada suksesi primer terbentuk komunitas pada
daerah yang gundul atau kosong. Gangguan tersebut dapat terjadi secara alami
maupun campur tangan manusia. Gangguan secara alami misalnya gunung meletus,
tanah longsor, endapan lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di
pantai. Gangguan oleh campur tangan manusia misalnya kegiatan penambangan
timah, batu bara dan minyak bumi.
Suksesi primer diawali tumbuhnya organisme pionir. Biasanya, spesies
pionir memiliki batas toleransi yang luas terhadap variasi lingkungan. Spesies
pionir tahan terhadap keadaan eskstrim seperti suhu dan ketersediaan air.
Beberapa organisme yang mampu bertahan pada kondisi ekstrim, yaitu Protozoa,
Cyanobacteria, ganggang, lumut kerak (Lichenes). Organisme tersebut masuk ke
lingkungan dalam bentuk spora yang toleran pada faktor lingkungan yang ekstrim.
Suksesi dapat terjadi di daratan dan perairan. Pada perairan, partikel
tanah dan debu terbawa air yang akhirnya mengendap di dasar perairan. Partikel
tanah dan debu yang mengendap menjadi media
serta nutrisi bagi tumbuhan air. Bakteri, spora, gaggang, dan spora
lumur kerak juga terbawa ke dalam air. Bakteri akan menguraikan organisme yang
telah mati sehingga menghasilkan nutrien di dalam air. Nutrien tersebut akan
digunakan oleh organisme lain. Siklus seperti ini akan terulang-ulang secara
terus menerus. Setelah beberapa lama, populasi baru akan memasuki daerah
tersebut sehingga terbentuk komunitas klimaks atau ekosistem seimbang yang
tahan terhadap perubahan (bersifat homeostatis)
b. Suksesi Skunder.
Gambar Ilustrasi Tsunami : https://assets.pikiran-rakyat.com
Suksesi skunder terjadi jika komunitas mengalami gangguan, tetapi hanya
mengakibatkan rusaknya sebagian komunitas. Gangguan itu dibedakan menjadi dua
yaitu:
1) Gangguan alami,
dapat berupa banjir, gelombang tsunami, dan angin kencang.
2) Gangguan oleh
campur tangan manusia dapat berupa penebangan hutan dan pembukaan lahan dengan
membakar hutan.
Kecepatan proses
suksesi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
a. Luas komunitas
asal yang rusak karena gangguan. Sebagai contoh , rusaknya habitat beberapa
jenis organisme akibat bencana alam atau campur tangan manusia. Kondisi
tersebut dapat menggangu proses suksesi.
b. Jenis-jenis
tumbuhan yang terdapat di sekitar komunitas yang terganggu. Keadaan ini dapat
menyebabkan proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan di komunitas tersebut
terhambat sehingga akan memperlambat proses suksesi.
c. Kehadiran
organisme pemencar benih, misalnya burung dan serangga. Organisme tersebut
berperan membantu proses penyerbukan dan penyebaran benih sehingga dapat
mempercepat proses suksesi.
d. Iklim, terutama
arah dan kecepatan angin yang membantu penyebaran biji, spora, dan benih, serta
curah hujan.
e. Sifat-sifat jenis
tumbuhan yang ada di sekitar tempat terjadinya suksesi.
Contoh suksesi
skunder, yaitu tegal-tegalan, padang alang-lang, belukar bekas ladang, dan
kebun karet yang ditinggalkan tak terurus.
Sumber : Siti Nur
Hidayah, dkk, Biologi Untuk SMA/MA Kelas X, PT Intan Pariwara, Klaten, 2020


Tidak ada komentar:
Posting Komentar