Struktur dan fungsi organ reproduksi pada manusia materi biologi kelas 11 -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Struktur dan fungsi organ reproduksi pada manusia materi biologi kelas 11

| 25.11.25 WIB | 0 Views

1. Struktur dan fungsi organ reproduksi Pria
Berdasarkan letaknya pada tubuh, organ reproduksi pria dibedakan menjadi organ reproduksi luar dan dalam. Organ reproduksi luar terdiri atas penis dan skrotum. Organ reproduksi dalam terdiri atas testis, saluran kelamin, dan kelenjar kelamin.
Sumber gambar : https://brainly.co.id/tugas/543751
1) Organ reproduksi bagian luar
a) Penis
Penis merupakan alat kelamin jantan yang berfungsi memasukan sperma kesaluran kelamin wanita. Di dalam penis terdapat tiga rongga, dua rongga bagian atas tersusun atas jaringan spon korpus kavernosa satu rongga dibawahnya tersusun atas jaringan spons korpus spongiosum, spons spongiosum membungkus uretra. Uretra dalam penis dikeliling oleh pembuluh darah dan ujung ujung saraf perasa.

b) Skrotum
Skrotum adalah kantong yang membungkus atau yang melindungi testis. Skrotum pada manusia berjumlah sepasang, masing masing kanan kiri. Diantara skrotum kanan dan kiri terdapat jaringan ikat serta otot polos, akibatnya terdapat otot polos mengakibatkan skrotum dapat mengerut dan mengendur. Didalam skrotum terdapat otot lurik yang berfungsi mengatur suhu di sekitar testis agar selalu stabil (pembentukan sperma memerlukan suhu sedikit dibawah suhu tubuh yaitu 34 derajat celcius)

Fungsi utama skrotum memberikan testis suatu lingkungan yang memiliki suhu 1 – 8 derajat celcius lebih dingin dibandingkan temperatur rongga tubuh. Pengaturan rongga suhu dilakukan dengan mengerutkan atau melonggarkan skrotum sehingga testis bergerak mendekat atau menjauhi tubuh. Testis akan mendekati tubuh pada suhu dingin dan menjauh pada suhu panas.

2) Organ reproduksi bagian dalam
a) Testis (Gonad Jantan)
Sumber gambar : http://www.nafiun.com
Setiap skrotum terdapat sepasang testis. Testis berfungsi menghasilkan sperma melalui proses spermatogenesis dan testoteron (hormon kelamin pria). Di dalam testis terdapat saluran saluran halus yang disebut tubulus seminiferus yang menjadi tempat pembentukan sperma.

b) Saluran Kelamin
Saluran kelamin berfungsi menyalurkan sperma dari testis keluar tubuh melalui penis. Diantaranya yaitu,
1) Epididimis merupakan saluran berkelok kelok dalam skrotum yang keluar dari testis, Epididimis berjumlah sepasang serta terdapat pada testis kiri dan kanan. Epididimis berfungsi sebagai tempat pematangan dan penyimpanan sperma sementara.

2) Vas deferens merupakan saluran yang mengarah keatas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Pada pertemuan uretra dengan vas deferens terdapat kelenjar prostat dan kelenjar cowper. Vas deferens berfungsi sebagai saluran yang dilalui sperma dari epididimis menuju vesikula seminalis (kantong sperma).

3) Saluran ejakulasi merupakan saluran penghubung vesikula seminalis dengan uretra, yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma menuju uretra.

4) Uretra merupakan saluran reproduksi terakhir, yang berfungsi sebagai saluran kelamin dari vesikula seminalis dan saluran urine dari kantong kemih.

c) Kelenjar kelamin

Selama perjalanan didalam saluran kelamin, sperma mengalami penambahan cairan-cairan kelamin. Cairan tersebut berguna untuk mempertahankan hidup dan bergerak sperma. Cairan tersebut dihasilkan oleh vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper.

1) Vesikula Seminalis menghasilkan cairan yang berfungsi sebagai sumber energi untuk mempermudah gerakan sperma. Cairan ini juga menormalkan keasaman saluran reproduksi wanita saat koitus.

2) Kelenjar Prostat menghasilkan cairan yang memberi suasana basa pada cairan sperma. Cairan tersebut mengandung kolesterol, garam, dan fosfolipid.

3) Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) menghasilkan cairan yang bersifat basa, kelenjar cowper berhubungan langsung dengan uretra.

Proses proses yang melibatkan organ reproduksi pria
Telah dijelaskan diawal bahwa organ kelamin pria dapat menghasilakan sperma. Sperma mulai dibentuk saat manusia memasuki masa puber. Proses yang disebut sebagai spermatogenesis terjadi didalam tubulus seminiferus. Bagaimana terjadinya spermatogenesis?
Sumber gambar : http://drhdwisusanto.blogspot.com
Spermatogenesis melibatkan spermatogonium, sel sertoli, dan sel leydig. Ketiganya terdapat didalam tubulus seminiferus.
1) spermatogonium (sel induk spermatozoa) merupakan penghasil sperma.
2) sel sertoli merupakan pemberi nutrisi pada spermatozoa.
3) sel leydig merupakan penghasil hormon testoteron. Hormon ini berperan dalam pembelahan miosis untuk membentuk spermatosit sekunder.
Spermatogenesis dipengaruhi oleh beberapa hormon berikut.
1) LH (Luteinizing Hormone) yang berfungsi merangsang sel leydig untuk menghasilkan hormon testoteron
2) FSH (Follice Stimulating Hormone) yang berfungsi merangsang sel sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein). ABP merangsang spermatogonium untuk memulai spermatogenesis.

Spermatogenesis terjadi melalui tiga tahap yaitu tahap penggandaan, tahap pertumbuhan, dan tahap pematangan.
1) Tahap penggandaan, sel primordial mengalami pembelahan mitosis berulang ulang dan membentuk spermatogonia (tunggal = sperma-togonium)
2) Tahap pertumbuhan, spermatogonium bersifat diploid. Spermatogonium tumbuh dan berkembang membentuk spermatosit primer (diploid)

3) Tahap pematangan, spermatosit primer membelah scara meiosis membentuk dua spermatosit sekunder haploid). Selanjutnya, spermatosit sekunder membelah secara meiosis membentuk empat buah spermatid (haploid). Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi sperma (haploid).proses pematangan spermatid menjadi sperma disebut spermiasi. Proses pematangan sperma dipengaruhi hormon testoteron. Seorang pria normal mampu menghasilkan 20 – 40 juta sel sperma dalam setiap mililiter cairan semen.

Sperma terdiri atas kepala. Pada membran yang melindungi ujung kepala sperma terdapat selubung yang disebut akrosom. Akrosom mengandung enzim hialuronidase, akrosin, dan anti fertilizin. Hialuronidase dan akrosin berfungsi menembus lapisan pelindung ovim. Hialuronidae melarutkan hialuronid pada corona radiata sel telur. Akrosin menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida sel telur. Antifertilizin merupakan antigen yang berfungsi melekatkan sperma pada sel telur. Bagian ekor berfungsi sebagai alat gerak sperma. Pada pangkal ekor terdapat badan sperma yang mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma.


2. Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi Wanita 
Organ reproduksi wanita dapat dibedakan menjadi organ reproduksi bagian luar dan organ reproduksi bagian dalam. Di dalam organ reproduksi wanita berlangsung beberapa proses reproduksi, salah satunya yaitu oogenesis.

a. Struktur dan fungsi Organ Reproduksi Wanita
Organ reproduksi wanita terdiri atas organ reproduksi luar dan organ reproduksi dalam.
Organ reproduksi luar terdiri atas vulva dan labium. Organ reproduksi dalam terdiri atas ovarium dan saluran kelamin.

Gambar tampak depan

1) Organ Reproduksi Bagian Luar
a) Vulva merupakan celah paling luar dari alat kelamin wanita. Pada bagian dalam vulva terdapat saluran urine dan saluran reproduksi. Pada daerah dekat ujung saluran kelamin terdapat himen (selaput dara). Himen mengandung banyak pembuluh darah.

b) Labium merupakan bagian yang membatasi vulva. Ada dua macam labium yaitu labium mayora (terletak disebelah luar) dan labium minora (terletak disebelah dalam). Antara labium mayora dan labium minora bagian atas terbentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris. Pada bagian klitoris terdapat korpus kavernosa yang mengandung banyak pembuluh darah dan ujung saraf perasa.

2) Organ Reproduksi Bagian Dalam
a) Vagina merupakan saluran akhir organ reproduksi wanita. Vagina bermuara divulva. Vagina mengandung banyak lendir yang dihasilkan kelenjar Bartholin. Lendir ini berguna pada saat koitus dan mempermudah kelahiran bayi.

b) Uterus merupakan rongga besar yang merupakan pertemuan oviduk kanan dan kiri. Bagian terbawah uterus menyempit yang disebut serviks (leher rahim). Uterus berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio hingga siap lahir. Uterus dibatasi oleh dinding endometrium yang kaya pembuluh darah. Dinding endometrium akan menebal ketika terjadi kehamilan.

c) Oviduk atau tuba fallopii merupakan sepasang saluran yang ujungnya berbentuk corong yang disebut infundibulim. Pada infundibulim terdapat fimbriae (rumbai-rumbai) untuk menangkap ovum. Tuba fallopii berguna sebagai tempat terjadinya fertilisasi.

d) Ovarium merupakan penghasil ovum. Ovarium terdiri atas dua buah yaitu ovarium sebelah kiri dan kanan.

b. Proses-Proses yang Melibatkan Organ Reproduksi Wanita
1) Oogenesis
Ovarium adalah organ kelamin wanita yang berfungsi menghasilkan ovum (sel telur). Sel telur ini terbentuk melalui oogenesis terjadi di dalam ovarium. Oogenesis terjadi melalui tiga tahap yaitu tahap penggandaan, tahap pertumbuhan, dan tahap pematangan. Perhatikan Gambar
a) Tahap penggandaan terjadi dalam ovarium janin ketika masih dalam kandungan. Pada tahap penggandaan, sel primordial mengalami pembelahan mitosis membentuk oogonia (tunggal=oogonium) yang bersifat diploid.

b) Tahap pertumbuhan terjadi pada ovarium bayi. Pada tahap pertumbuhan oogonium mengalami pembelahan mitosis membentuk oosit primer (diploid). Oosit primer berada dalam keadaan dorman (istirahat) sampai anak perempuan mengalami masa puber.

c) Tahap pematangan dimulai pada masa puber. Pada masa puber terjadi perubahan hormonal dalam tubuh anak perempuan. Perubahan tersebut mengakibatkan oosit primer membelah secara meiosis I menghasilkan oosit sekunder (berukuran besar) dan badan polar I (berukuran kecil). Oosit sekunder berhenti mengalami pembelahan saat terjadi ovulasi. Pembelahan meiosis II ini kemudian dilanjutkan setelah sel telur mengalami fertilisasi. Pada pembelahan ini, oosit sekunder menghasilkan ootid (haploid) dan badan polar II (haploid). Ootid akan mengalami diferensiasi menjadi ovum dan badan polar II mengalami degenerasi. Badan polar I juga akan mengalami degenerasi sebelum mengalami pembelahan.

Oosit sekunder yang diovulasikan dari ovarium dilindungi oleh dua lapisan yaitu lapisan luar disebut corona dan lapisan dalam disebut zona pelusida. Perhatikan Gambar. Oosit sekunder menghasilkan senyawa fertilisan yang mempunyai beberapa fungsi berikut.
a) Menghasilkan sperma agar bergerak lebih cepat
b) Menarik sperma secara kemotaksis positif
c) Mengumpulkan sperma di sekeliling ovum
Berdasarkan uraian di atas, anda telah mengetahui bahwa di dalam ovarium berlangsung proses oogenesis.

Perbedaan anatara proses oogenesis dan spermatogenesis
Secara detail dapat diihat pada tabel berikut ini.


Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update