Ginjal dengan Fungsi Detoksifikasi -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ginjal dengan Fungsi Detoksifikasi

| 21.10.25 WIB | 0 Views
Sistem ekskresi manusia dibantu dengan alat-alat ekskresi pada manusia. Sehingga hasil ‎ekskresi pada manusia akan melibatkan alat-alat ekskresi tersebut dalam mengeluarkan hasil ‎dari sistem ekskresi.
Sistem ekskresi pada manusia dibantu dengan beberapa organ yang berperan. Organ organ ini ‎akan mengeluarkan sisa dari hasil metabolisme dalam tubuh. Mengapa tubuh harus ‎mengeluarkan sisa dari metabolisme tubuh? Sisa metabolisme dalam tubuh harus segera ‎dikeluarkan, jika tidak segera dikeluarkan maka sisa metabolism tersebut dapat meracuni ‎tubuh. Racun racun tersebut sangat berbahaya bagi organ vital manusia, sehingga organ organ ‎vital manusia lama kelamaan akan mengalami kerusakan.‎

Alat ekskresi pada manusia ada empat yaitu bagian-bagian ginjal, kulit, paru-paru dan juga ‎hati. Alat ekskresi tersebut memiliki fungsi dan peran masing-masing. Bukan hanya fungsinya, ‎sisa metabolisme tubuh yang dikeluarkan oleh masing-masing organ tersebut juga ‎berbeda. Ginjal akan mengeluarkan cairan berupa urin, kulit akan mengeluarkan cairan dalam ‎bentuk keringat, paru paru akan mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida, dan ‎hati akan mengeluarkan mineral urea.‎

A. Ginjal
Ginjal berfungsi melakukan penyaringan terhadap darah didalam tubuh. Ginjal juga mengatur ‎tingkat keseimbangan air dalam tubuh, dan mengatur konsentrasi garam yang ada pada tubuh. ‎Ginjal merupakan organ ekskresi yang paling banyak diketahui oleh masyarakat.

Berat dan besar ginjal bervariasi; hal ini tergantung jenis kelamin, umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisi lain.Pada orang dewasa, rata-rata ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11,5 cm, lebar sekitar 6 cm dan ketebalan 3,5 cm dengan berat sekitar 120-170 gram atau kurang lebih 0,4% dari berat badan.

B. Bagian-Bagian Ginjal
Ginjal terdiri dari bagian bagian penting yang memiliki fungsinya masing masing. Berikut ini ‎akan dijelaskan bagian bagian yang menyusun organ ekskresi ginjal pada manusia.‎

1. ‎Kulit Ginjal‎
Dalam kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang tersusun dari badan Malpighi. Pada lapisan ‎malpighi terdiri dari glomerulus yang dikelilingi oleh kapsul ginjal bernaman Bowman dan ‎tubulus. Terdapat tiga macam jenis tubulus, yaitu :‎
Tubulus kontortus proksimal.‎
Tubulus kontiortus distal.‎
Tubulus kolektivus.‎

2. ‎Sumsum Ginjal Atau Medula‎
Beberapa bagian dalam sumsum ginjal memiliki bentuk seperti piramida atau kerucut. ‎Didalam sumsum ginjal juga terdapat lengkung henle, dimana lengkung itu sebagai ‎penghubung tubulus kontortus proksimal dengan tubulus kontortus distal.‎

3. ‎Pelvis‎
Pelvis atau rongga ginjal menjadi tempat muara tubulus, bisa dikatakan bahwa pelvis ini akan ‎menjadi penampungan sementara untuk urin yang dikeluarkan oleh ginjal. Setelah ditampung ‎di rongga ginjal atau pelvis urin itu akan menuju ke ureter selanjutnya kekandung kemih, setelah di kandung kemih ‎urin akan menuju ke uretra

Sebagai alat ekskresi manusia, ginjal akan ‎menjalankan tiga tahapan dalam proses ekskresi manusia. Tahapan yang akan dilalui ginjal itu ‎adalah sebagai berikut ini:

a. Penyaringan
Ginjal menyaring cairan dalam darah, sebelum akhirnya kembali kejantung dan paru paru. ‎Bagian ginjal yang berfungsi untuk menyaring cairan adalah glomerulus. Cairan yang ‎tersesaring kedalam glomerulus adalah urea, glukosa, air, ion dengan jenis anorganik. Ion ‎anorganik yang dapat tersaring seperti natrium, kalium, kalsium dan klor. Sedangkan darah ‎dan protein tidak dapat menembus glomerulus, sehingga darah dan juga protein akan tetap ‎tinggal di pembuluh darah kapiler.
b. Reabsorbsi
Proses ini disebut dengan penyerapan kembali. Proses reabsorbsi terjadi di bagian ginjal ‎bernama tubulus kontortus proksimal. Yang diserap kembali oleh tubulus kontortus proksimal ‎itu adalah zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh sehingga zat itu akan diserap kembali oleh ‎tubuh.

Berikut ini ‎merupakan zat zat yang diserap kembali oleh bagian ginjal bernama tubulus kontortus ‎proksimal:‎
• Glukosa
• Air
• Asam amino
• Ion yang bersifat anorganik.‎
• Urea juga akan diserap kembali meski hanya dalam jumlah yang sedikit.‎

c. Augmentasi
Augmentasi atau proses pengumpulan, Dinamakan tahapan pengumpulan sebab dalam ‎tahapan ini akan terjadi pengumpulan cairan yang telah dilakukan dalam tahapan-tahapan ‎sebelumya. Tahapan ini merupakan tahapan yang terakhir. Proses pengumpulan ini ada di ‎bagian tubulus kontortus distal, bisa juga terjadi dibagian saluran pengumpul. Apa saja yang ‎berhubungan dengan proses augmentasi, berikut ini penjelasannya:‎

Dalam proses augmentasi masih akan terjadi tahapan penyerapan cairan berupa ion ‎natrium, klor dan juga urea.

Cairan yang dihasilkan oleh tahapan ini sudah berbentuk urin dalam wujud nyata.‎ Cairan urin tersebut akan dibawa menuju ke rongga ginjal.‎ Di dalam rongga ginjal, urin akan terbentuk dan juga terkumpul. Setelah terkumpul di ‎rongga ginjal, tugas rongga ginjal adalah membuang urin tersebut ke luar dari dalam ‎tubuh manusia.‎ Cairan urin itu akan keluar melalui ureter, kandung kemih selanjutnya ke uretra.

Kontraksi otot perut dan juga organ organ yang berhubungan langsung dengan kandung ‎kemihlah yang mampu menyebabkan urine tersebut keluar dengan tekanan organ tersebut. ‎Urin yang bisa dikeluarkan oleh alat ekskresi ginjal sebanyak 1-2 liter selama perhari. Jumlah ‎urin yang dikeluarkan tergantung dengan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Ini ‎alasannya, mengapa kita perlu mengkonsumsi cairan yang cukup untuk menjaga kestabilan ‎kerja ginjal. Jika jumlah cairan yang dikeluarkan tidak sepadan dengan jumlah cairan yang ‎masuk ke dalam tubuh bisa dipastikan bahwa kinerja ginjal telah terganggu.‎

Indikasi terganggunya ginjal dapat dilihat dari warna urine yang keluar. urin yang normal ‎akan memiliki warna kuning bening atau orange pucat, tidak mengandung endapan, beraroma ‎khas pesing, dan memiliki kadar keasaman atau Ph 6.‎

C. Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Urin Manusia
Air, urea, asam urat, ammonia, empedu, garam dan juga zat beracun merupakan komponen ‎dari urin yang jumlah dan volumenya dipengaruhi oleh berbagai macam factor. Berikut ini ‎merupakan hal hal yang mempengaruhi urin manusia :‎

1. Volume Air
Banyak sedikitnya air yang diminum oleh seseorang menentukan banyak sedikitnya urin yang ‎dikeluarkan oleh tubuh. Ginjal yang berfungsi dengan normal akan mengeluarkan banyak urin ‎jika tubuh menerima banyak asupan air pula. Namun jika jumlah air yang dikonsumsi dalam ‎jumlah yang sedikit, maka urin yang dikeluarkan akan sedikit pula.‎

2. Garam
Garam yang terkandung dalam darah harus dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk urin. Hal ini ‎sangat mempengaruhi banyaknya jumlah urin yang di keluarkan.‎

3. Hormon
Hormon antidiuretik (ADH) berperan dalam mengatur kadar air yang ada di dalam darah manusia.‎

4. Kondisi
Cuaca merupakan kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi jumlah urin yang ‎dikeluarkan tubbuh. Urin akan banyak dikeluarkan ketika musim penghujan sedangkan saat ‎musim kemarau, urin akan berjumlah sedikit.‎

5. Stimulasi Syaraf
Beberapa syaraf yang terstimulasi juga dapat berperan dalam pengeluaran urin.‎

D. Kandungan yang dimiliki pada urine normal dapat dijelaskan sebagai berikut
• Air 96%
• Bahan Padat – 4%, terdiri atas : limbah dari hasil metabolisme protein – asam urat, kreatinin, bahan purin urat. Garam – yaitu radikal dari garam natrium, kalium dan kalsium ( sebagai klorida, sulfat, fosfat, dan oksalat ).
• Pigmen – urobilinogen, urokroma, uretrin.
• Amonia – uretrin
• Bahan-bahan yang telah tercampur kedalam urine, misalnya jaringan epitel dan bahan-bahan yang tidak berharga.

Sedangkan bahan-bahan khusus yang mungkin terdapat dalam urine pada keadaan patologis atau penyakit tertentu, dapat dilihat sebagai berikut.
• Albumin : terdapat pada urine jika tubuh mengidap penyakit ginjal atau penyakit jantung.
• Darah : terdapat pada urine jika ada luka pada saluran atau sistem urinaria.
• Glukosa : terdapat pada urine jika tubuh mengidap penyakit diabetes ( kencing manis ).
• Aseton dan asam diasetat : terdapat pada urine jika tubuh mengidap diabetes mellitus dan menderita kelaparan.
• Pigmen empedu : terdapat pada urine jika tubuh mengidap penyakit jaundice.

Baca Juga

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update