A. Keanekaragaman tingkat gen
Setiap individu mempunyai banyak gen, perkawinan atau persilangan antar individu yang mempunyai karakter berbeda akan memunculkan semakin banyak variasi.
Gambar 1.1 Gambar di atas menunjukkan keanekaragaman tingkat gen yang memunculkan karakter atau fenotip yang bervariasi
Contoh lain:
a. Kelapa gading, kelapa kopyor, kelapa hijau
b. Padi rojo lele, padi IR 64, padi pandan wangi
c. Mangga manalagi, mangga gadung, mangga golek
B. Keanekaragaman tingkat jenis
Keanekaragaman tingkat jenis adalah keanekaragaman individu dalam satu family
Gambar 1.2 Contoh atas menunjukkan keanekaragaman tingkat jenis
Contoh lain :
a. Kacang kapri, kacang panjang, kacang buncis
b. Nangka, kluwih, sukun
c. Terung, paprika, tomat
C. Keanekaragaman tingkat ekosistem
Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat ekosistem? Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistem. Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan terjadinya perbedaan temperature, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah. Perbedaan kondisi abiotik pada suatu wilayah akan menyebabkan makhluk hidup yang mampu beradaptasi juga berbeda-beda, Perbedaan iklim yang ekstrim akan membentuk bioma-bioma.
Contoh lain:
a. Bioma tundra
b. Bioma taiga
c. Bioma savanna
d. Bioma hutan hujan tropis
e. Bioma gurun
2. Klasifikasi Organisme
Makhluk hidup yang mempunyai ciri dan sifat yang sama dimasukkan ke dalam satu kelompok, dan bila dalam persamaan ditemukan perbedaan ciri dan sifat, maka dipisahkan lagi ke dalam kelompok lain yang lebih kecil, sehingga dalam kegiatan klasifikasi akan diperoleh kelompok-kelompok makhluk hidup dengan jenjang yang berbeda. Pengelompokkan hasil klasifikasi pada tingkattingkatyang berbeda atau pada takson yang berbeda disebut taksonomi.
Tujuan dan manfaat klasifikasi
Tujuan Klasifikasi :
a. menyederhanakan objek studi agar mudah dipelajari.
b. mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan jenis-jenisnya.
c. mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan cirinya.
d. mengetahui hubungan kekerabatan dan sejarah evolusinya.
3. Manfaat Klasifikasi :
a. Pengklasifikasian melalui pengelompokkan dapat memudahkan dalam mempelajari organisme yang beraneka ragam
b. Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan tingkat kekerabatan antara organisme satu dengan lainnya.
4. Sistem klasifikasi dibedakan menjadi 3:
a. Sistem Klasifikasi Alamiah
• diciptakan oleh Theophrastus (370SM - 285SM), salah satu murid Aristoteles
• didasarkan pada bentuk yang dapat dilihat dengan mata biasa (morfologi)
• tumbuhan dibagi menjadi 4 kelompok : pohon, semak, perdu dan herba
b. Sistem Klasifikasi Buatan
• diciptakan oleh Carolus Linnaeus (1707-1778), ilmuwan swedia dikenal sebagai Bapak Klasifikasi
• dasar yang digunakan adalah alat reproduksi seksual, dasar lain yang digunakan adalah morfologi.
• merupakan penggolongan mahluk hidup berdasarkan pengaruh-nya terhadap manusia
• misalnya : beracun atau berguna, piaraan atau liar, gulma atau sayuran
c. Sistem Klasifikasi filogenetik
• diciptakan oleh Charles Darwin 1859, menerbitkan buku tentang teori evolusi.
• Ia menyatakan bahwa persamaan struktur tubuh menunjukkan hubungan kekerabatan yang lebih dekat.
• didasarkan urutan perkembangan mahluk hidup (filogeni) serta mengetahui hubungan kekerabatan
5. Cara Klasifikasi dan Tingkatan Taksonomi
Disebut juga tingkat pengelompokkan.Tingkatan ini disusun oleh kelompok (takson) yang paling umum sampai kepada kelompok yang paling khusus, dengan urutan tingkatan sebagai berikut:
1. Regnum/Kingdom (Dunia/Kerajaan)
2. Divisio/Phyllum (Tumbuhan/Hewan)
3. Classis (Kelas)
4. Ordo (Bangsa)
5. Familia (Suku)
6. Genus (Marga)
7. Species (Jenis)
6. Tata Nama
Dalam pemberian nama mahluk hidup kita mengenal nama daerah (anjing, dog) dan nama ilmiah (ex: canine). Nama daerah hanya dapat dimengerti oleh penduduk di daerah itu. Nama Ilmiah digunakan sebagai alat komunikasi ilmiah di seluruh dunia menggunakan bahasa latin/yang dilatinkan. Setiap organisme hanya memiliki satu nama.
7. Cara Pemberian Nama Spesies
Sistem tata nama yang digunakan disebut "binomial nomenclatur" yaitu pemberian nama jenis/spesies dengan menggunakan 2 kata. Misalnya: padi (Oryzasativa)
• Kata depan : menunjukkan marga (genus), penulisan diawali huruf besar
• Kata belakang : menunjukkan spesies, penulisan dengan huruf kecil. Sistem binomial nomenklatur dipopulerkan pemakaiannya oleh Carolus Linnaeus.
• Dicetak miring atau digaris bawah secara terpisah.
8. Cara Pemberian Nama Kelas, Bangsa dan Famili
• Nama kelas adalah nama genus + nae. contoh: Equisetum + nae, menjadi kelas Equisetinae.
• Nama ordo adalah nama genus + ales. contoh: zingiber + ales, menjadi ordo Zingiberales.
• Nama famili adalah nama genus + aceae. contoh: Canna + aceae, menjadi famili Cannacea
9. Manfaat dan Nilai Sumber Daya Alam Hayati
Hewan dan tumbuhan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, kegiatan perekonomian manusia sangat bergantung pada pemanfaatan sumberdaya alam, sehingga peranan manusia sangatbmempengaruhi keanekaragaman hayati.
a. Manfaat Sumber Daya Alam Hayati
• Sandang (ulat sutra, domba, kapas)
• Pangan (biji-bijian, umbi-umbian, sayur, buah, daging, susu)
• Papan (meranti, jati, sengon)
• Udara bersih (tumbuhan hijau)
• Transportasi (kuda, unta, sapi)
• Rekreasi (hutan, taman bunga, keindahan bawah laut)
b. Nilai Sumber Daya Alam Hayati
• Nilai biologi
Nilai biologi yang terkandung dalam sumber daya alam hayati adalah keanekaragaman jenis. Saling ketergantungan antar makhluk hidup akan menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati.
• Nilai ekonomi
Keanekaragaman hayati dapat menghasilkan produk berupa materi dan jasa, misalnya bahan kebutuhan pokok (pangan) yang diperdagangkan, sumber daya alam hayati yang mengundang wisatawan mancanegara menjadi sumber devisa bagi Negara.
• Nilai budaya
Keindahan dan kekhasan budaya suatu daerah akan menjadi kebanggaan yang mengundang wisatawan, misalnya: komodo adalah reptilia besar yang ada di Indonesia, karapan sapi di Madura, lukisan wayang dari kulit bulu domba.
• Nilai pendidikan
Sumber daya alam hayati masih terus diteliti untuk tujuan ilmu pengetahuan, misalnya: pemuliaan tanaman dan hewan, pencarian alternative bahan pangan, penggunaan pupuk organik dalam pertanian.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar