Klasifikasi Bakteri -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Klasifikasi Bakteri

| 22.10.25 WIB | 0 Views
Pengelompokan bakteri secara formal pertama kali dikembangkan oleh Hans Christian Gram. Ia membagi bakteri berdasarkan karaktristik dinding selnya melalui sistem pewarnaan Gram, yaitu bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif.

Dikatakan bakteri Gram positif jika ketika bakteri di warnai dengan kristal violet (Ungu) kemudian dicuci dengan alkohol/aseton, warna ungunya tidak luntur. Sebaliknya, jika warna ungunya luntur dikatakan bakteri Gram negatif. Oleh karena itu, bakteri Gram negatif tidak terwarnai oleh pewarnaan Gram. Selain itu ada pula bakteri yang tidak memiliki dinding sel.

A. Beberapa contoh bakteri Gram negatif.
- Escherichia coli,
- Salmonella,
- Vibrio cholerae.
- Rhizobium,
- Pseudomonas,
- Azotobacteria,
- Riketsia dan lain-lain.

B. Bakteri Gram positif
- Streptomycs
- Bakteri asam laktat
- Mycobacterium tuberculosis
- Clostridium tetani

C. Bakteri tidak berdinding contohnya mikoplasma. Hidup ditanah dan saluran air, beberapa bersifat parasit pada tumbuhan atau hewan. Beberapa spesies hidup pada saluran mukus manusia tetapi tidak menimbulkan penyakit.

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Jumlah dan Letak Flagel.
Setiap bakteri memiliki jumlah dan letak flagel yang berbeda-beda. Berdasarkan jumlah dan letak flagel, bakteri dibedak menjadi empat yaitu:
A. Bakteri monotrik, yaitu bakteri yang mempunyai satu flagel pada salah satu ujung selnya.
B. Bakteri amfitrik, bakteri yang pada kedua ujung selnya masing-masing mempunyai satu flagel.
C. Bakteri lopotrik, yaitu bakteri yang pada salah satu ujung selnya memiliki beberapa flagel.
D. Bekteri peritrik, bakteri yang memiliki flagel di seluruh permukaan tubuhnya.

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Cara Hidupnya

A. Bakteri heterotrof
Pada umumnya bakteri ini tidak berklorofil. Kehidupan bakteri ini sangat tergantung pada bahan organik yang ada disekitarnya, karena bakteri tersebut tidak dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik.

Bakteri heterotrof dapat dibedaka menjadi:
1. Bakteri parasit
Bakteri parasit mendapatkan zat makanan dari organisme lain yang ditumpanginya (inangnya). Contohnya:
- Famili Spirochaetacecae, parasit dalam usus molusca bercangkang dua,
- Famili Treponemataceae, parasit pada vertebrata dan manusia
- Borrelia novyi, Borrelia burgdorferi, dan Borrelia recurrentis, yang hidup pada hewan dan manusia

2. Bakteri saprofit.
Bakteri saprofit adalah bakteri yang kebutuhan makanannya diperoleh dari sisa-sia organisme yang telah mati. Bakteri jenis ini dapat merombak bahan organik menjadi bahan anorganik. Perombakan bahan organik menjadi bahan anorganik terjadi melalui fermentasi atau respirasi. Proses ini akanmenghasilkan beberapa gas antara lain CO2, H2, CH4, N2, H2S, dan NH3

Contoh-contoh bakteri saprofit
- Escherichia coli
- Methanobacterium omelianskii dan Methanobacterium ruminatum, mampu menguraikan asam cuka menjadi CH4 dan CO2
- Clostridium sporageus, menguraikan asam amino menjadi amonia
- Thiobacilus denitrificans, menguraikan nitrat menjadi nitrit.
- Desulfovibrio desulfuricans, membusukan bangkai dan menguraikan sulfat.

3. Bakteri patogen
Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada hospes/inang yang dihinggapi.
Contoh:
- Salmonella typhosa, menyebabkan penyakit tipus
- Vibrio comma, menyebabkan penyakit kolera
- Clostridium tetani, menyebabkan penyakit tetanus
- Dan lain sebagainya

4. Bakteri apatogen
Bakteri apatogen adalah bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada inangnya, contohnya Escerichia colli dan Streptomyces griseus , walaupun demikian Escerichia colli telah lama dicurigai sebagai penyebab diare pada manusia dan hewan.

B. Bakteri autotrof

Semua bakteri autotrof mampu membuat makanan sendiri dengan cara mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Pengubahan dapat terjadi melalui dua cara, yaitu sebagai berikut:

1. Foto autotrof
Pada kelompok bakteri fotoautotrof, cahaya digunakan sebagai energi untuk membantu menyusun bahan organik dari bahan anorganik. Golongan bakteri fotoautotrof atau bakteri fotosintesis terdiri atas bakteri hijau dan bakteri ungu. Bakteri hijau memiliki pigmen hijau yang disebut bakterioviridin atau bakterioklorofil, sedangkan bakteri ungu memiliki pigmen ungu, merah, atau kuning. Pigmen ini disebut bakteriopurpurin.

2. Kemoautotrof
Pada kelompok kemoautotrof, bahan kimia digunakan sebagai energi untuk membantu proses penyusunan bahan organik dari bahan anorganik. Contohnya, Nitrosomonas, Nitrosocystis, Nitrospira dan Nitrosococcus.

Baca Juga

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update