Perkecambahan Biji-Materi Biologi Kelas 12 IPA SMA-MA -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Perkecambahan Biji-Materi Biologi Kelas 12 IPA SMA-MA

| 22.10.25 WIB | 0 Views

Tumbuh dan berkemban merupakan ciri makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan berjalan seiring, misalnya pada tumbuhan terjadi pertumbuhan dan perkembagan biji dari satu sel zigot menjadi embrio kemudian menjadi satu individu yang mempunyai akar, batang dan daun. Setelah itu tumbuhan akan berkembang menjadi tumbuhan dewasa yng dapat bereproduksi. Demikian pula pada manusia dan hewan terjadi peristiwa yang serupa.

Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat balik) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel atau keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif, mislanya untuk pertumbuhan batang dapat diukur dengan busur pertumbuhan atau Auksanometer. Lihat gambar!
Perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.

Proses pertumbuhan dan perkembangan ditentukan oleh interaksi antara faktor internal (gen dan hormon) dan faktor lingkungan, misalnya suhu, oksigen, cahaya dan kelembaban. Gen menentukan sintesis protein pada saat diferensiasi, sdangkan lingkungan yang cocok akan lebih mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

Perkembangan awal suatu tumbuhan secara garis besar melalui tiga tahap, yaitu pembelahan sel, morfogenesis, dan diferensiasi seluler.

1. Pembelahan sel.
Zigot didalam biji tumbuhan mengalami pembelahan sel mitosis membentuk jaringan embrional.
Gambar struktur biji

2. Morfogenesis (perkembangan bentuk)
Embrio yang terbentuk didalam biji memiliki kotiledon dan akar serta tunas rudimenter. Sesudah biji berkecambah akar dan tunas rudimenter tersebut akan berkembang membentuk sistem akar dan tunas tumbuhan. Proses ini dinamakan morfogenesis.

3. Diferensiasi seluler.
Jaringan embrional terus berkembang menjadi struktur dengan fungsi khusus yang akan dimiliki pada saat dewasa. Pada tahap ini gen menetukan sifat tumbuhan. Sel-sel yang terdiferensiasi akan membentuk jaringan. Diferensiasi adalah proses yang menjadikan sel-sel yang memiliki fungsi-fungsi biokimia dan morfologi khusus yang sebelumnya tidak dimiliki. Proses pembentukan jaringan permanen pada tumbuhan (epidermis, korteks, dan stele) yang berasal dari jaringan embrional disebut spesialisasi.

Tumbuhan bertambah tinggi dan besar disebabkan oleh dua hal sebagai berikut:
1. Pertambahan jumlah sel sebagai akibat dari pembelahan mitosis pada meristem di titik tumbuh primer dan skunder.
2. Pertambahan komponen-komponen seluler dan adanya diferensiasi sel. Misalnya penyerapan air kedalam vakuola menyebabkan sel membesar, serta terbentuknya jaringan, organ dan individu melalui proses diferensiasi sel dan/atau spesialisasi.

Pertumbuhandan perkembangan tumbuhan dimulai dengan perkecambahan biji. Kecambah kemudian berkembangan menjadi tumbuhan kecil yang sempurna, kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai usia tertentu tumbuhan akan berbunga dan menghsilkan biji.

1. Perkecambahan.
Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji). Dalam perkecambahan melibatkan proses fisika dan kimiawi. Proses fisika terjadi ketika bijimenyerap air (imbibisi) akibat dari potenial air rendah pada biji yang kering. Proses kimiawi dimulai setelah masuknya air ke dalam biji. Air yang masuk mengaktifkan embrio yang melepaskan hormon giberalin (GA). Hormon ini mendorong aleuron (lapisan tipis luar endosperm) untuk mensintesis dan mengeluarkan enzim.

Enzim bekerja dengan menghidrolisi makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperm. Misalnya enzim amilase menghidrolisis pati menjadi gula. Selanjutnya gula dan zat-zat lainnya diserap dari endosperm oleh kotiledon selama pertumbuhan embrio menjadi bibit tumbuhan. Lihat gambar!
Gambar proses perkecambahan.
Sumber gambar : http://www.nafiun.com/2012/11/proses-perkecambahan-biji-tanaman.html

Perkecambahan biji dapat dibedakan menjadi epigeal dan hipogeal. Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembenatanganruas batang dibawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah. Misalnya pada tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus).

Perkecambahan Epigeal
Sumber gambar : https://www.erincoodi.web.id
Sedangkan perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap berada dibawah tanah, misalnya pada tanaman Kapri (Pisum sativum) .

Perkecambahan Hipogeal
Sumber gambar : http://zureshshafira.byethost7.com
Perkecambahan akan terjadi jika syarat-syarat yang dibutuhkan terpenuhi, yaitu air yang cukup, suhu yang sesuai, udara yang cukup, dan cahaya matahari yang optimal. Jika syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi, biji akan tetap dalam keadaan tidur (dorman).




Referensi : Pratiwi, D.A, dkk, Biologi Untuk SMA/MA Kelas XII Kelompok MIPA, Erlangga, Jakarta, 2015

Baca Juga

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update