10 Soal latihan asesmen harian pokok bahasan pola pola hereditas biologi kelas 12 -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

10 Soal latihan asesmen harian pokok bahasan pola pola hereditas biologi kelas 12

| 27.10.25 WIB | 0 Views


1.
Pak Myc adalah seorang guru biologi yang juga mengajar olahraga. Hari ini, ia mengajak siswa-siswanya untuk memahami tentang pewarisan sifat (Hukum Mendel I) melalui aktivitas fisik di lapangan. Ia mengelompokkan siswa berdasarkan dua ciri genetik yang umum ditemukan, yaitu kemampuan berlari cepat dan warna mata. Aktivitas ini juga mengajarkan siswa menghitung peluang genetik dan presentase anak yang mewarisi sifat tertentu.

Cocokkan pernyataan di Kolom A dengan jawaban yang benar di Kolom B.

2. Di sebuah sekolah, terdapat program penelitian yang melibatkan siswa dalam mengamati pertumbuhan tanaman. Siswa disuruh menanam dua jenis tanaman, yaitu tanaman A dengan bunga merah dan tanaman B dengan bunga putih. Mereka juga diperkenalkan pada konsep genetik, di mana tanaman A dan B memiliki gen yang berbeda untuk warna bunga. Setelah melakukan persilangan antara tanaman A dan B, siswa mendapati bahwa keturunan dari persilangan tersebut menghasilkan berbagai warna bunga, termasuk merah, putih, dan merah muda.

Para siswa juga belajar tentang pentingnya faktor lingkungan, seperti pH tanah dan nutrisi, dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Dalam diskusi, guru mereka mengaitkan hasil penelitian tersebut dengan kemampuan fisik dalam olahraga, di mana faktor genetik dan lingkungan juga berperan dalam menentukan performa seorang atlet.

Pertanyaan:



Berdasarkan narasi di atas, manakah pernyataan yang paling sesuai dengan penerapan Hukum Mendel II dalam konteks penelitian siswa?
A. Tanaman A dan B hanya dapat menghasilkan bunga merah.
B. Warna bunga pada keturunan tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
C. Sifat warna bunga diwariskan secara independen antara tanaman A dan B.
D. Semua keturunan dari persilangan akan memiliki warna bunga yang sama.
E. Hukum Mendel II tidak relevan dalam studi pertumbuhan tanaman.

3. Di kebun sekolah, dua jenis tanaman kacang polong ditanam, yaitu tanaman yang memiliki biji bulat (genotipe AA) dan biji keriput (genotipe aa), serta tanaman dengan warna bunga ungu (genotipe BB) dan bunga putih (genotipe bb). Setelah melakukan persilangan antara tanaman biji bulat berwarna ungu (AABB) dengan tanaman biji keriput berwarna putih (aabb), diperoleh keturunan F1 yang semuanya memiliki biji bulat berwarna ungu (AaBb).

Sementara itu, dalam pelajaran PJOK, siswa mempelajari tentang pentingnya nutrisi dari tanaman dalam meningkatkan daya tahan tubuh, terutama dalam aktivitas olahraga. Di sisi lain, dalam pelajaran Kimia, siswa belajar tentang senyawa organik dalam tanaman, termasuk bagaimana senyawa ini berperan dalam kesehatan manusia.

Setelah menyilangkan tanaman F1 (AaBb x AaBb), berapakah kemungkinan persentase keturunan F2 yang memiliki biji bulat dan bunga ungu?
A. 25%
B. 37.5%
C. 56,25%
D. 75%
E. 100%

4. Di sebuah sekolah, siswa mempelajari konsep pewarisan sifat melalui percobaan test cross pada tanaman kacang polong. Mereka mengambil tanaman kacang polong yang memiliki biji bulat (fenotipe dominan) dan menyilangkannya dengan tanaman kacang polong yang memiliki biji keriput (fenotipe resesif). Siswa mencatat hasil keturunan dari persilangan ini untuk menentukan rasio fenotipe yang dihasilkan.

Dalam pelajaran Matematika, siswa belajar tentang probabilitas dan bagaimana menghitung kemungkinan hasil dari percobaan ini. Di pelajaran Kimia, mereka juga mendiskusikan senyawa organik dalam kacang polong, termasuk protein dan karbohidrat, serta bagaimana reaksi kimia dalam tubuh mempengaruhi metabolisme energi yang diperoleh dari makanan.

Berdasarkan informasi di atas, jika tanaman kacang polong yang memiliki biji bulat adalah heterozygot (Aa), berapa rasio fenotipe yang diharapkan dari hasil persilangan test cross dengan tanaman biji keriput (aa)?
A. 1 biji bulat : 1 biji keriput
B. 3 biji bulat : 1 biji keriput
C. 2 biji bulat : 2 biji keriput
D. 100% biji bulat
E. 1 biji keriput : 1 biji bulat

5. Di kebun sekolah, terdapat dua jenis tanaman kacang polong. Tanaman A memiliki biji bulat (genotipe AA) dan bunga ungu (genotipe BB), sedangkan tanaman B memiliki biji keriput (genotipe aa) dan bunga putih (genotipe bb). Setelah menyilangkan kedua tanaman tersebut, diperoleh keturunan F1 yang semuanya memiliki biji bulat berwarna ungu (genotipe AaBb).

Dalam pelajaran PJOK, siswa belajar bahwa kacang polong merupakan sumber protein yang penting untuk kesehatan dan pertumbuhan otot, terutama bagi atlet muda. Di dalam pelajaran Kimia, mereka mempelajari tentang senyawa organik yang ditemukan dalam tanaman dan bagaimana senyawa ini berkontribusi pada proses metabolisme tubuh.

Pertanyaan!


6. Di sebuah sekolah, siswa melakukan penelitian tentang pewarisan genetik pada tanaman bunga. Mereka meneliti dua gen yang mempengaruhi warna bunga. Gen pertama (gen A) mengontrol warna merah (A) dan putih (a), sedangkan gen kedua (gen B) mengontrol warna kuning (B) dan putih (b). Dalam penelitian ini, mereka menemukan bahwa gen B bersifat epistatik terhadap gen A, yang berarti bahwa kehadiran alel B (kuning) akan menghambat ekspresi gen A (merah), menghasilkan bunga berwarna kuning terlepas dari genotipe A.

Peserta didik juga mempelajari pentingnya pola makan yang seimbang, termasuk buah-buahan dan sayuran yang mengandung berbagai warna, yang mencerminkan kandungan nutrisinya. Di sisi lain, mereka menggunakan keterampilan matematika mereka untuk menghitung kemungkinan dan rasio keturunan berdasarkan hasil percobaan.

7. Di sebuah sekolah, siswa sedang mempelajari konsep atavisme, yaitu kemunculan kembali ciri-ciri fisik atau sifat-sifat nenek moyang pada individu modern. Mereka mencatat bahwa atavisme dapat terjadi pada berbagai spesies, termasuk manusia. Misalnya, beberapa manusia mungkin memiliki otot atau struktur tubuh tertentu yang mirip dengan nenek moyang mereka, seperti otot yang lebih besar atau jumlah jari yang tidak biasa. Dalam pelajaran PJOK, siswa belajar bahwa keberadaan otot yang lebih besar dapat meningkatkan performa fisik dan daya tahan saat berolahraga.

Di sisi lain, dalam pelajaran Kimia, siswa mendiskusikan bagaimana perubahan kimia dalam tubuh, seperti reaksi biokimia yang terjadi saat berolahraga, dapat mempengaruhi kekuatan dan daya tahan otot. Mereka belajar tentang protein dan bagaimana asam amino berperan dalam pertumbuhan otot, yang mungkin juga terkait dengan ciri atavisme tertentu.

Berdasarkan informasi di atas, manakah pernyataan berikut yang paling tepat mengenai atavisme?
A. Atavisme hanya dapat terjadi pada hewan dan tidak pernah terlihat pada manusia.
B. Atavisme menunjukkan bahwa beberapa ciri fisik dapat muncul kembali dari nenek moyang yang telah lama tidak ada dalam garis keturunan.
C. Atavisme adalah hasil dari perubahan lingkungan yang secara langsung memengaruhi genotipe individu.
D. Atavisme selalu berdampak negatif pada kesehatan dan kekuatan fisik individu.
E. Atavisme mengacu pada kemampuan individu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa perubahan genetik.

8. Seorang ilmuwan melakukan eksperimen genetika untuk mengamati pola pewarisan sifat pada tanaman tomat. Dalam penelitian tersebut, ia menemukan bahwa sifat warna buah merah (R) dan bentuk buah bulat (B) saling terkait dan berada pada kromosom yang sama (terpaut gen). Di sisi lain, warna hijau (r) dan bentuk buah lonjong (b) juga terpaut. Berdasarkan eksperimen ini, ilmuwan menghitung kemungkinan hasil kombinasi fenotip dari beberapa persilangan.

Sama seperti dalam pengukuran performa fisik, dalam Pendidikan Jasmani, akurasi data penting untuk merancang latihan yang efektif, misalnya menghitung rata-rata waktu reaksi dari berbagai sesi latihan. Jika ilmuwan tersebut melakukan persilangan dengan dua tanaman heterozigot (RrBb x RrBb), berapakah probabilitas buah yang berwarna merah dan berbentuk bulat jika hasil dari persilangan tersebut sebanyak 2000 tomat?
A. 500 buah
B. 750 buah
C. 1000 buah
D. 1250 buah
E. 1500 buah

9. Di sebuah sekolah, siswa mempelajari konsep pewarisan genetik melalui contoh persilangan genetik yang melibatkan sifat buta warna. Mereka mempelajari bahwa buta warna adalah sifat resesif yang diturunkan melalui kromosom X. Seorang wanita yang merupakan carrier buta warna (genotipe XᴺXᶜ) memiliki satu kromosom X normal (Xᴺ) dan satu kromosom X yang membawa sifat buta warna (Xᶜ). Di sisi lain, seorang pria normal memiliki genotipe (XᴺY) karena sifat buta warna tidak dapat diturunkan melalui kromosom Y.

Siswa juga belajar tentang bagaimana sifat-sifat ini dapat diturunkan kepada keturunan mereka dan bagaimana menghitung rasio fenotipe dari keturunan tersebut. Dalam pelajaran Matematika, siswa diajarkan untuk menggunakan diagram Punnett untuk menghitung kemungkinan hasil dari persilangan ini. Sementara dalam pelajaran Kimia, mereka mendiskusikan tentang bagaimana senyawa kimia dalam tubuh, seperti hormon, dapat memengaruhi kesehatan mata dan potensi terjadinya gangguan penglihatan.

Berdasarkan informasi di atas, berapakah rasio fenotipe yang diharapkan dari keturunan hasil persilangan antara wanita carrier buta warna (XᴺXᶜ) dan pria normal (XᴺY)?
A. 2 pria normal : 1 wanita buta warna
B. 1 pria normal : 2 wanita normal,
C. 1 Wanita carrier : 1 wanita buta warna
D. 1 pria normal : 1 pria buta warna
E. 1 pria normal : 2 wanita buta warna

10. Pak Mycunk seorang guru Biologi, mengajak murid-muridnya memahami konsep hereditas atau pewarisan sifat pada manusia melalui kegiatan di lapangan. Pada kegiatan ini, mereka belajar tentang genetik sekaligus berolahraga dan melakukan perhitungan sederhana.

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan sifat genetik mereka, misalnya tinggi badan dan kemampuan melompat yang dipengaruhi oleh faktor keturunan. Pak Mycunk juga mengajak siswa menghitung peluang anak yang mewarisi sifat-sifat tertentu dari orang tua mereka.

Cocokkan pernyataan di Kolom A dengan jawaban yang sesuai di Kolom B.



Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update