Struktur tubuh dan klasifikasi jamur - Materi Biologi Kelas 10 -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Struktur tubuh dan klasifikasi jamur - Materi Biologi Kelas 10

| 22.10.25 WIB | 0 Views

Sumber gambar : https://sajiansedap.grid.id
Jamur (Fungi) merupakan salah satu kelompok organisme eukariotik yang memiliki ciri khas tersendiri dan berbeda dari tumbuhan maupun hewan. Dalam taksonomi, jamur dikategorikan dalam kingdom tersendiri yaitu Kingdom Fungi. Keberadaan jamur sangat penting bagi keseimbangan ekosistem karena mereka berperan sebagai dekomposer, simbion, maupun patogen.

Salah satu aspek paling menarik dalam mempelajari jamur adalah struktur tubuhnya. Tubuh jamur memiliki morfologi unik yang mendukung cara hidup heterotrof mereka, mulai dari penyerapan nutrisi hingga reproduksi. Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai struktur tubuh jamur, fungsi tiap bagian, serta variasinya pada kelompok jamur yang berbeda.

Karakteristik Umum Tubuh Jamur

Sebelum membahas detail strukturnya, penting untuk memahami ciri umum tubuh jamur:
Eukariotik – sel jamur memiliki inti sejati yang dibungkus membran.
Tidak berklorofil – jamur tidak bisa melakukan fotosintesis.
Dinding sel – umumnya tersusun atas kitin, bukan selulosa seperti pada tumbuhan.
Heterotrof absorptif – memperoleh nutrisi dengan cara menyerap zat organik hasil penguraian substrat.
Bentuk tubuh beragam – ada yang bersel tunggal (contoh: Saccharomyces cerevisiae) dan ada yang multiseluler membentuk struktur kompleks seperti pada Agaricus (jamur kancing).

Struktur Tubuh Jamur Secara Umum

Secara garis besar, struktur tubuh jamur dapat dibagi menjadi dua tipe utama:
Jamur uniseluler (sel tunggal)
Contoh utama adalah ragi (yeast). Tubuhnya berupa sel tunggal berbentuk oval atau bulat yang berkembang biak dengan pembelahan biner atau tunas (budding).

Jamur multiseluler (bersel banyak)
Tubuh jamur multiseluler tersusun atas benang-benang halus yang disebut hifa. Hifa-hifa ini akan bercabang dan saling berhubungan membentuk jaringan padat yang dinamakan miselium.

Miselium inilah yang menjadi bentuk tubuh utama jamur dan berfungsi sebagai organ vegetatif. Dari miselium, jamur dapat membentuk struktur khusus untuk reproduksi seperti sporangium atau tubuh buah (fruiting body).

Bagian-Bagian Struktur Tubuh Jamur

1. Hifa
Hifa adalah benang-benang halus berdiameter mikroskopis (2–10 µm) yang menjadi unit dasar penyusun tubuh jamur. Hifa dapat dibedakan menjadi beberapa tipe:
Hifa aseptat (senositik)
Tidak memiliki sekat (septum) sehingga sitoplasma dan inti menyebar sepanjang hifa. Umumnya terdapat pada kelompok Zygomycota (misalnya Rhizopus).

Hifa septat
Memiliki sekat melintang yang disebut septum. Septum biasanya berlubang sehingga memungkinkan aliran sitoplasma dan organel antar sel. Banyak dijumpai pada Ascomycota dan Basidiomycota.

Hifa generatif
Berperan dalam pertumbuhan dan pembentukan hifa baru.

Hifa vegetatif
Menyerap nutrisi dari substrat.

Hifa reproduktif
Tumbuh ke atas permukaan substrat dan menghasilkan struktur reproduksi.

2. Miselium
Kumpulan hifa yang membentuk jaringan disebut miselium. Ada dua jenis miselium:
Miselium vegetatif: berada di dalam substrat dan berfungsi menyerap makanan.
Miselium reproduktif: tumbuh ke atas untuk membentuk alat reproduksi seperti spora atau tubuh buah.
Miselium inilah yang biasanya terlihat sebagai bercak kapas putih pada roti berjamur atau sebagai jaringan padat pada jamur makroskopis seperti jamur tiram.

3. Dinding Sel
Dinding sel jamur tersusun atas kitin dan glukan. Kitin adalah polisakarida yang juga terdapat pada kerangka luar serangga. Fungsi utama dinding sel jamur adalah melindungi sel, menjaga bentuk, dan mengatur interaksi dengan lingkungan.

4. Sitoplasma dan Organel
Seperti sel eukariotik lainnya, sel jamur memiliki:
Inti sel (mengandung DNA)
Mitokondria (respirasi sel)
Retikulum endoplasma
Ribosom
Badan Golgi
Namun, ciri khasnya adalah adanya vakuola besar untuk menyimpan nutrisi dan zat sisa metabolisme.

5. Tubuh Buah (Fruiting Body)
Pada jamur makroskopis, miselium dapat membentuk struktur reproduktif yang disebut tubuh buah. Misalnya:
Pada Basidiomycota, tubuh buah berupa jamur payung (Agaricus bisporus).
Pada Ascomycota, tubuh buah dapat berupa askokarp.
Tubuh buah ini menghasilkan spora yang nantinya akan tersebar untuk perkembangbiakan.

Variasi Struktur Tubuh Jamur Berdasarkan Kelompok
Jamur memiliki keanekaragaman struktur tubuh yang berbeda antar filum:
1. Zygomycota
Tubuh berupa hifa senositik (tidak bersekat).
Contoh: Rhizopus stolonifer (jamur roti).
Memiliki sporangium berbentuk bulat di ujung hifa untuk menghasilkan spora.

2. Ascomycota
Tubuh umumnya memiliki hifa bersekat.
Membentuk askus (kantung) yang berisi askospora.
Contoh: Saccharomyces cerevisiae (ragi), Morchella.

3. Basidiomycota
Tubuh buah berukuran besar, berbentuk payung.
Spora dihasilkan di basidium (struktur seperti gada).
Contoh: jamur tiram, jamur merang, jamur kancing.

4. Chytridiomycota
Tubuh sederhana, sering uniseluler.
Spora memiliki flagela, berbeda dari jamur lain.
Hidup di lingkungan perairan.

5. Glomeromycota
Tubuh berupa hifa yang membentuk simbiosis dengan akar tanaman (mikorrhiza).
Membantu tanaman menyerap air dan mineral.

Sumber artikel : https://masuk-ptn.com, diunduh Rabu, 22 Okt 2025

Baca Juga

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update