Virus, ciri-ciri, struktur, Sifat dan reproduksinya -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Virus, ciri-ciri, struktur, Sifat dan reproduksinya

| 22.10.25 WIB | 0 Views
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Ciri-ciri Virus

Virus tidak memiliki cirri-ciri hidup yang lengkap, yaitu tidak bergerak, tidak bernapas, tidak melakukan aktivitas metabolisme, tidak memerlukan nutrisi, tidak mengalami ekskresi, bukan sel, tidak memiliki protoplasma,membrane plasma dan sitoplasma. Virus hanya dapat berkembang biak pada sel hidup.

Struktur Virus
Tubuh virus terdiri dari bagian bagian sebagai berikut:
Bagian kepala, berbentuk polyhedral, berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi protein yang disebut kapsid. Kapsid tersusun atas unit-unit protein yang disebut kapsomer.

Bagian leher

Bagian ekor terdiri atas penyangga ekor dan serabut ekor yang berfungsi untuk melekatkan diri ke tubuh organism yang diserangnya

Bentuk-bentuk virus
Virus memiliki beraneka bentuk. Adayang berbentuk kotak, bola, jarum dan huruf T. contoh Virus berbentuk T adalah virus yang menyerangbakteri Escherichia coli yang disebut virus T.

Sifat-sifat Virus
Virus merupakan organism peralihan antara benda mati dan makhluk hidup. Virus dikatakan benda mati karena dapat dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma. Virus digolongkan makhluk hidup karena kemampuannya melakukan reproduksi, dan memiliki asam nukleat berupa DNA atau RNA.

Perkembangbiakan Virus
Semua virus hanya dapat berkembang biak di dalam sel hidup tubuh inangnya, di luar tubuh inangnya dalam keadaan tidak aktif (virion), namun demikian virus siap menginfeksi inangnya. Berdasarkan organism yang diserangnya, virus digolongkan menjadi 3, yaitu: virus penyerang bakteri (bakteriofage), virus penyerang tanaman, serta virus penyerang hewan dan manusia.

Virus menginfeksi bakteri dengan 2 cara:
a. Secara litik , virus akan menghancurkan sel bakteri setelah melakukan reproduksi

b. Secara lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri, tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri sehingga jika bakteri membelah, viruspun ikut membelah.

a. Daur litik

Fase adsorpsi
Melekatnya serabut ekor bakteriofage di bagian tertentu dari dinding sel bakteri.

Fase penetrasi
bakteriofage mengeluarkan enzim lisozim untuk menghancurkan dinding sel bakteri, setelah dinding sel bakteri terhidrolisis, DNA fage masuk ke dalam sel bakteri.

Fase replikasi dan sintesis
Fage merusak DNA bakteri. Pada tahap replikasi fage menyusun dan memperbanyak DNAnya, pada tahap sintesis, fage membentuk selubung protein (kapsid)

Fase perakitan
Komponen-komponen fage selanjutnya dirakit membentuk fage-fage baru.

Fase lisis (pembebasan)
Sesudah fage dewasa, sel sel bakteri akan pecah (lisis), sehingga bakteriofage yang baru akan keluar.

Daur lisogenik

Fase adsorpsi dan infeksi
Fage menempel dibagian tertentu dari dinding sel bakteri, dan mengeluarkan enzim lisozim.

Fase penetrasi
DNA fage masuk ke dalam sel bakteri

Fase penggabungan
DNA virus bergabung dengan DNA bakteri membentuk profage.

Fase replikasi
Pada saat profage bereplikasi, DNA fage juga iku bereplikasi. DNA fage akan terus bertambah jika sel bakteri terus membelah.

Peranan Virus bagi kehidupan manusia
Beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus, sebagai berikut:
Influenza disebabkan oleh Influenzavirus
Campak disebabkan oleh Morbillivirus
Demam berdarah disebabkan oleh Arbovirus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Polio disebabkan oleh Enterovirus
Herpes disebabkan oleh Herpesvirus
AIDS (Aquired immune Deficiency Syndrome) disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Cacar air disebabkan Varcellavirus

Beberapa penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus, sebagai berikut:
Tetelo pada unggas dan NDC (New Castle Disease) pada ayam
Vaccinia (cacar pada sapi)
Tumor kelenjar mamae pada monyet

Beberapa penyakit pada tumbuhan yang disebabkan oleh virus, sbagai berikut:
Mozaik (bercak kuning) pada daun tembakau disebabkan TMV (Tobacco Mozaic Virus).
CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) yang menyerang floem tanaman jeruk.
Yellow yang menyerang tanaman aster.
Tanaman kerdil yang disebabkan virus Tungro, disebarkan oleh wereng coklat dan wereng hijau.

Pemanfaatan Virus di bidang rekayasa genetik, penelitian dan percobaan di bidang kedokteran:
Untuk memproduksi interferon, yaitu protein yang dihasilkan oleh sel normal sebagai respon terhadap infeksi virus, untuk mencegah replikasi virus dalam sel hospes.
Untuk pembuatan vaksin, misalnya: vaksin Sabin dan Salk untuk mencegah penyakit Poliomyelitis, vaksin Pasteur, mencegah penyakit rabies, vaksin Jenner untuk mencegah penyakit cacar.

Baca Juga

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update