Apakah kehamilan ektopik itu (hamil di luar kandungan) -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Apakah kehamilan ektopik itu (hamil di luar kandungan)

| 26.11.25 WIB | 0 Views
Kehamilan ektopik adalah kondisi yang terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke rahim, namun menempel dan bertumbuh di tuba fallopi. Kehamilan ektopik juga sering disebut sebagai hamil di luar kandungan.

Saat wanita hamil, proses pembuahan sel telur seharusnya terjadi di tuba fallopi yang kemudian berpindah ke rahim, di mana sel telur yang sudah dibuahi akan menempel pada dinding rahim dan menjadi janin. Namun, pada kehamilan ektopik, sel telur yang sudah dibuahi tidak pindah menuju rahim.


Gambar Kehamilan ektopik
Sumber gambar: https://hamil.co.id

Tanda-tanda wanita hamil diluar Kandungan.
1. Terlambat datang bulan
2. Morning sickness
3. Pendarahan vagina
4. Hasil positif dalam tes kehamilan
5. Sakit perut
6. Nyeri bahu yang sangat kuat
7. Sakit saat buang air kecil
8. Sakit saat buang air besar
9. Nyeri berat pada vagina
10. Denyut nadi melambat

Penyebab kehamilan ektopik
Kehamilan di luar kandungan dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
• Infeksi atau pembengkakan di tuba falopi sehingga menghambat jalan embrio ke rahim, membuat embrio harus menempel di tuba falopi.
• Jaringan luka pada tuba falopi karena operasi atau pernah mengalami infeksi, sehingga menghalangi jalan embrio menuju rahim.
• Operasi di area pelvis atau tuba falopi yang membuat area tersebut lengket sehingga embrio menempel.
• Cacat lahir atau tumbuh kembang tidak normal yang dialami ibu dan membuat bentuk tuba falopinya tidak normal.
• Ibu menderita satu penyakit seperti pembengkakan pelvis dan infeksi menular seksual.
• Pernah mengalami kehamilan di luar rahim sebelumnya.
• Penggunaan obat kesuburan.
• Perawatan kesuburan seperti IVF (in vitro fertilization).
• Hamil saat sedang menggunakan KB IUD.
• Kebiasaan merokok.
• Hamil di usia 35-40 tahun.

Faktor Resiko
Ada beberapa wanita yang memiliki resiko tinggi mengalami kehamilan ektopik. Tidak hanya perlu mewaspadai, wanita yang masuk kategori di bawah ini ada baiknya melakukan konsultasi diri ke dokter sebelum merencanakan kehamilan. Berikut ini kategori wanita yang beresiko tinggi mengalami kehamilan ektopik:
• Memiliki riwayat kehamilan ektopik pada kehamilan sebelumnya.
• Pernah menjalani operasi pelvis atau perut.
• Hamil di usia 35 tahun hingga 44 tahun.
• Pernah menjalani aborsi
• Menderita penyakit inflamasi pelvis
• Pernah menjalani prosedur treatment kesuburan
• Mengkonsumi obat – obat untuk treatment kesuburan
• Wanita perokok

Solusi Untuk Kehamilan di Luar Kandungan adalah Laparoskopi.
Gambar Operasi Laparoskopi
Apa itu Laparoskopi? Laparokospi adalah suatu metode operasi dengan cara memasukkan jarum besar yang di tusukkan melalui kulit perut yang di pandu oleh alat USG. Pada operasi ini saluran telur yang robek harus segera di singkirkan, apabila keadaan ini di ketahui lebih awal sebelum saluran telur itu robek, maka janin dapat di keluarkan dan saluran telurpun bisa diperbaiki.

Jika kehamilan Ektopik ini masih berukuran dibawah 3 cm, solusi untuk pengobatannya bisa menggunakan obat-obatan. Akan tetapi jika sudah tumbuh diatas 3 cm, maka harus dilakukan operasi Laparoskopi dan juga mengkonsumsi obat-obatan.

Jadi jawaban dari apakah bisa hamil lagi setelah mengalami kehamilan Ektopik ini adalah kemungkinan untuk bisa hamil lagi itu masih tetap ada, sekitar 60%. Dan kemungkinan 40% bisa hamil lagi apabila salah satu saluran telur terpaksa di ambil.



Daftar pustaka
https://hellosehat.com/penyakit/kehamilan-ektopik-hamil-di-luar-kandungan/
https://hamil.co.id/masalah-kehamilan/gangguan-kehamilan/tanda-tanda-hamil-diluar-kandungan
https://id.theasianparent.com/kehamilan-ektopik-hamil-di-luar-rahim
https://hamil.co.id/masalah-kehamilan/kehamilan
http://tipsbiarcepathamil.blogspot.com/2013/03/kehamilan-di-luar-kandungan.html

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update