Gangguan pada Sistem Kekebalan Tubuh Materi Biologi Kelas 11 SMA-MA -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gangguan pada Sistem Kekebalan Tubuh Materi Biologi Kelas 11 SMA-MA

| 25.11.25 WIB | 0 Views
Gangguan sistem imun adalah kondisi ketika sistem pertahanan tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya, yang meliputi sistem imun yang terlalu lemah (imunodefisiensi), terlalu aktif (hiperaktivitas atau alergi), dan menyerang diri sendiri (autoimun). Gejalanya bervariasi, mulai dari mudah terkena infeksi hingga nyeri kronis, kelelahan ekstrem, ruam kulit, atau peradangan

1. Alergi
Alergi atau hyersensitivitas adalah suatu respon imun yang berlebihan terhadap suatu senyawa yang masuk ke tubuh. Senyawa yang menimbulkan alergi disebut allergen. Alergen dapat berupa debu, serbuk sari, gigitan serangga, rambut kucing, dan jenis makanan tertentu.

Proses terjadinya alergi diawali dengan masuknya allergen ke tubuh. Allergen tersebut akan merangsan sel-sel B plasma untuk menyekresikan antibody lgE. Allergen yang masuk ke tubuh pertama kali tidak akan menibulkan gejala alergi. Namun, lgE yang terbentuk akan berikatan dengan mastosit. Akibatnya, ketika allergen masuk ke tubuh untuk yang kedua kalinya allergen akan terikat pada lgE yang telah berikatan dengan matosit. Keadaan ini mengakibatkan mastosit melepaskan histamin yang berperan dalam proses pembesaran dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah (inflamasi). Respon inflamasi mengakibatkan timbulnya gejala alergi, misalnya bersin, kulit terasa gatal, mata berair, hidung berlendir dan kesulitan bernapas.
Pengobatan : pemberian antihistamin dapat menghentikan gejala alergi

2. Autoimunitas
Autoimunitas merupakan gangguan pada sistem kekebalan tubuh saat antibodi yang diproduksi justru menyerang sel sel tubuh itu sendiri karena tidak mampu membedakan sel tubuh sendiri dengan sel asing. Autoimunitas dapat disebabkan oleh gagalnya proses pematangan sel T dikelenjar Timus. Autoimunitas dapat mengakibatkan beberapa kelainan berikut :

1. Diabetes mellitus disebakan oleh antibody yang menyeran sel sel beta di pancreas yang berfungsi menghasilkan hormone insulin. Hal ini mengakibatkan tubuh kekurangan hormon insulin sehingga kadargula meningkat.

2. Myasthenia gravis disebabkan oleh antibody yang menyeran otot lurik. Hal ini mengakibatkan otot lurik mengalami kerusakan, seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
3. Addison’s disease disebabkan oleh antibody yang menyerang kelenjar adrenal. Hal ini mengakibatkan berat badan menurun, kadar gula darah menurun, mudah lelah, dan pigmentasi kulitmeningkat.

4. Lupus disebabkan antibody yang menyerang jaringan tubuh sendiri. Pada penderita lupus, antibodi menyerang jaringan tubuh dengan dua cara berikut:

a. Antibodi menyerang jaringan tubuh secara langsung. Misalnya antibodi menyerang sel-sel darah merah yang menyebabkan sel-selnya hancur sehingga dapat mengakibatkan anemia.

b. Antibodi dapat bergabung dengan antigen dan membentuk ikatan yang disebut kompleks imun. Dalamkeadaan normal, sel-sel asing yang antigen nya telah diikat oleh antibodi selanjutnya akan ditangkap dan dihancurkan oleh sel-sel fagosit. Namun pada penderita lupus, sel-sel asing ini tidak dapat dihancurkan oleh sel-sel fagosit dengan baik. Jumlah selfagosit ini justru semakin bertambah sambil mengeluarkan senyawa yang berperan menimbulkan inflamasi atau peradangan. Proses peradangan ini akan menimbulkan berbagai gejala penyakit lupus. Jikahal ini tejadi dalam waktu panjang, fungsi organtubuh akan terganggu.

5. Radang sendi atau artitis reumatoid, merupakan penyakit autoimunitas yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi yang ditandai dengan radang pada membran sinovial danstruktur struktur, atrofi sertapenipisan tulang.

6. Multiple sclerosis (MS)
MS adalah gangguan progresif yang terkait dengan kerja sistem imun. Sistem yang seharusnya bertugas menjaga tubuh, justru berbalik menyerang organ yang penting untuk kehidupan sehari-hari. Gangguan sistem imun ini merusak lapisan pelindung sistem saraf dan menyebabkan penurunan fungsi sel tersebut di otak dan tulang punggung. Akibatnya, koordinasi antara otak dan bagian tubuh lain terganggu.

7. Hashimoto
Penyakit Hashimoto sendiri merupakan gangguan pada kelenjar tiroid yang membuat fungsinya tidak maksimal, atau dalam beberapa kasus menjadi tidak aktif sama sekali. Gangguan pada produksi hormon tiroid ini memicu serangkaian gejala, termasuk kelelahan ekstrem dan gangguan metabolisme. Satu lagi efek penyakit Hashimoto adalah penambahan berat badan. Meski begitu, sebagian besar berat badan yang bertambah hanya air, dan bisa ditangkal dengan diet sehat.

3. AIDS
Acquired Immunodeficiency Syndrome merupakan kumpulan berbagai penyakit yang disebabkan melemahnya system kekebalan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi HIV (Human Immunodefisienscy Virus). Struktur HIV dapat dilihat pada gambar berikut!
Virus tersebut menyerang sel T pembantu yang berfungsi menstimulasi pembentukan jenis sel T lainnya dan sel B plasma. Hal ini mengakibatkan kemampuan tubuh melawan kuman penyakit menjadi berkurang.

Sel T menjadi target utama HIV karena pada permukaan selnya terdapat molekul CD4 sebagai reseptor. Infeksi dimulai ketika glikoprotein (gp 120) yang terdapat pada permukaan HIV menempel ke reseptor CD4 pada permukaan sel T pembantu. Virus tersebut kemudia masuk ke sel T pembantu secara endositosis dan memulai replikasi (memperbanyak diri). Selanjutnya virus-virus baru keluar dari selT yang terinfeksi secara eksositosis atau dengan cara melisiskan sel.

Perhatikan proses infeksi HIV pada sel T
Jumlah sel T pada orang normal sekitar 1000 sel/mm3 darah, sedangkan pada penderita AIDS jumlah sel T hanya sekitar 200 sel/mm3 darah. Kondisi ini mengakibatkan penderita AIDS mudah terserang berbagaipenyakit, misalnya TBC, meningitis, kanker darah, dan melemahnya ingatan sehingga dapat mengakibatkan kematian.

Referensi :
Wigati Hadi Omegawati, dkk, Biologi Peminatan Matematika danIlmu-Ilmu Alam Kelas XI SMA/MA, Intan Pariwara,Klaten, 2017

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update