Perkembangan Teori Evolusi Darwin-Bapak Evolusi Dunia -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Perkembangan Teori Evolusi Darwin-Bapak Evolusi Dunia

| 3.12.25 WIB | 0 Views

Dari masa ke masa makhluk hidup mengalami perubahan struktur yang disebut Evolusi. Adanya evolusi mengakibatkan terbentuknya berbagai variasi pada makhluk hidup. Berdasarkan teori Darwin, evolusi berlangsung melalui seleksi alam. Adanya seleksi alam akan mengeliminasi makhluk hidup yang tidak dapat beradatasi dengan lingkungan, sedangkan makhluk hidup yang mampu beradaptasi akan tetap melangsungkan kehidupannya.
Pada awalnya, evolusi mulai dipelajari setelah adanya tulisan bangsa yunani pada awal Masehi. Beberapa filsuf yang mempengaruhi timbulnya teori evolusi adalah
- Thales (640-540 SM)
- Anaximander (611-547 SM)
- Empedocles (490-430 SM)

Imuwan selanjutnya yang mengemukakan teori evolusi adalah Aristoteles (384-323 SM). Menurut Aristoteles bahwa alam berubah dari bentuk sederhana menjadi lebih kompleks dan sempurna.
Sejak abad 14 semakin banyak ilmuwa yang mengemukakan mengenai konsep evolusi. Ilmuwan yang paling memengaruhi perkembangan teori evolusi adalah Charles Robert Darwin (1809-1882) hingga ia dikenal sebagai bapak evolusi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi teori evolusi yang dikemukakan Darwin sebagai berikut:
1. Pendapat Charles Lyell dalam bukunya Principles of Geology, yang menyatakan bahwa batuan, pulau dan benua selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin peristiwa ini kemungkinan dapat memengaruhi perubahan pada makhluk hidup.
2. Pendapat Thomas Robert Malthus dalam bukunya An Easy on the Principle of Population, menyatakan kecenderungan kenaikan jumlah penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan. Keadaan tersebut menurut Darwin dapat menimbulkan terjadinya persaingan dalam kelangsungan hidup manusia.
3. Data sebaran flora dan fauna oleh Wallace
4. Pengamatannya ke pulau Galapagos. Dalam pengamatannya Darwin menemukan berbagai bentuk paruh burung Finch. Menurut Darwin, terjadinya variasi tersebut disebabkan perbedaan jenis makanan.
Darwin juga menemukan kura-kura yang hidup di Galapagos berukuran besar dengan cangkang seperti kubah. Menurut Darwin, kura-kura tersebut memiliki cangkang yang besar karena hidup di tempat basah.
Berdasarkan uraian tersebut, menurut Darwin evolusi terjadi melalui proses tertentu dan tidak terjadi secara mendadak/spontan.

Dalam bukunya yang berjudul On the Origin of Spesies by Means of Natural Selection, Darwin menyatakan bahwa seleksi alam merupakan faktor pendorong terjadinya evolusi. Pernyataan tersebut didasarkan pada pengamatan populasi makhluk hidup di dunia.

Penjelasan Darwin mengenai seleksi alam sebagai salah satu mekanisme evolusi.
1. Hasil perkawinan makhluk hidup yang berlebihan (over production) memungkinkan terjadinya variasi baik warna, bentuk maupun kemampuan beradaptasi. Hasil perkawinan itu disebut varian. Varian yang adaptif akan tatap hidup dan berkembang, sedangkan varian yang tidak adaptif akan punah.
2. Adanya beberapa faktor pembatas di alam yang memengaruhi populasi di antaranya makanan, air, cahaya, tempat hidup, predator, organisme penyebab penyakit dan cuaca yang tidak menguntungkan.
3. Tingkat kesuksesan perkembangbiakan menentukan pertumbuhan populasi makhluk hidup. Individu yang paling adaptif adalah populasi yang berhasil dalam perkembangbiakan.
4. Individu yang mampu beradaptasi akan mewariskan sifat-sifat unggul pada generasi berikutnya. Lama-lama sifat tersebut terakumulasi dan mengubah suatu kelompok individu menjasi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya sehingga terbentuklah spesies baru.

Beberapa pikiran pokok tentang teori evolusi Darwin.
1. Di muka bumi ini tidak ada individu yang benar-benar sama.
2. Setiap populasi berkecenderungan untuk bertambah banyak, karena setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan berkembang biak.
3. Suatu individu harus berjuang mempertahankan hidup agar mampu berkembang biak karena untuk brkembang biak dibutuhkan makanan dan ruangan yang cukup.
4. Pertambhan populasi tidak bertambah terus menerus karena terjadi seleksi alam sehingga hanya individu yang mampu bertahan saja yang berkembang biak dan dapat melangsungkan kehidupannya.

Salah satu penentang teori evolusi Darwin adalah teori Intellegent design atau teori penciptaan cerdas. Teori ini mengemukakan bahwa makhluk hidup berubah dari masa ke masa karena memang sudah di rancang atau sudah di desain sebelum kemunculannya. Hal ini berlawanan dengan teori Darwin yang mengatakan bahwa makhluk hidup terbentuk karena adanya proses evolusi dari makhluk hidup sebelumnya.

Beberapa hal penting yang dapat disimpulkan dari teori Intellegent design sebagai berikut:
1. Merupakan pemikiran baru yang berlawanan dengan teori Evolus Darwin.
2. Objek alam semesta termasuk makhluk hidup menunjukkan adanya tanda-tanda perancangan, bukan karena proses seleksi alam yang tak terbimbing. Dapat dikatakan bahwa makhluk hidup ada bukan karena proses evolusi, tetapi karena adanya rancangan sebelumnya.
3. Teori ini menangkap tanda-tanda perancangan dengan analisis kuantitatif.

Teori Intellegent design merupakan teori ilmiah yang terbentuk dari beberapa unsur teori ilmiah meliputi biologi, matematika komputasi, teori informasi, teori filsafat dan teori probabilitas. Dalam membuktikan suatu teori diperlukan beberapa kriteria. Kriteria yang diperlukan untuk membuktikan teori Intellegent design sebagai berikut:
1. Pembuktian harus melalui panca indra dan logika murni. Para penganut Darwinisme tidak mudah diyakinkan bahwa fenomena alam yang terjadi memang sudah dirancang sebelumnya.
2. Diperlukan adanya pengetahuan mengenai penjelasan yang berupa deskriptif kualitatif
3. Diperlukan pengauatan berupa analisis kuantitatif.


Referensi : Wigati Hadi Omegawati, dkk, Pegangan Guru Biologi, Peminatan MIPA SMA/MA Kelas XII, Intan Pariwara, Klaten, 2018.

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update