Prosedur Bayi Tabung dari Awal sampai Akhir dan Kenali Risikonya -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Prosedur Bayi Tabung dari Awal sampai Akhir dan Kenali Risikonya

| 3.12.25 WIB | 0 Views

Bayi tabung atau yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah in vitro fertilization (IVF) adalah teknik pembuahan sel telur yang terjadi di luar tubuh sang ibu.
Melalui teknik ini, pembuahan akan dilangsungkan di sebuah laboratorium. Setelah pembuahan terjadi, barulah embrio dimasukkan kembali ke rahim sang ibu untuk berkembang.

Siapa yang dapat Memanfaatkan Program Bayi Tabung?
Pasangan yang memanfaakan program bayi tabung umumnya karena mengalami kondisi atau gangguan tertentu. Gangguan ini tidak hanya dialami wanita, tetapi juga laki-laki.

Berikut adalah beberapa gangguan pada wanita yang membuatnya harus menjalani program IVF untuk hamil:
1. Tuba falopi terhalang sehingga sel telur sulit menuju rahim untuk proses pembuahan
2. Gangguan saat ovulasi. Jika frekuensi ovulasi kecil, sel telur yang tersedia untuk pembuahan pun jadi sedikit
3. Endometriosis atau tumbuhnya endometrium di luar dinding rahim
4. Tumor jinak di dalam rahim sehingga mengganggu proses pembuahan sel telur
5. Pernah melakukan sterilisasi
6. Kelainan genetik
7. Infeksi bakteri yang mengganggu organ reproduksi

Sementara, kondisi pada pria yang membuatnya harus menjalani program IVF adalah sebagai berikut:
1. Kualitas sperma buruk (volumenya dan pergerakannya rendah)
2. Kelainan genetik seperti klinefelter syndrome

Skrining sebelum Pelaksanaan Program Bayi Tabung
1. Tes Cadangan Ovarium
Tes ini dilakukan untuk mengetahui jumlah sel telur dalam tubuh wanita.
2. Skrining Infeksi
Apakah tubuh Anda mengidap sebuah infeksi atau tidak. Beberapa penyakit yang dapat mengganggu perkembangan janin di antaranya adalah HIV, hepatitis B, sifilis, dan hepatitis C.
3. Tes kondisi Tuba
Untuk mengetahui kondisi tuba falopi seperti tersumbat atau melebar.
4. Tes Prolaktin dan Hormon Tiroid
Prolaktin sangat penting untuk produksi ASI dan hormon tiroid penting untuk menjaga metabolisme tubuh. Kadar prolaktin yang tinggi dan kondisi tiroid abnormal dapat mengganggu siklus reproduksi selain perkembangan janin. Kadar yang tidak normal di antara keduanya dapat membuat seorang wanita lebih sulit hamil.
5. Tes Sperma
Proses reproduksi juga tidak bisa berjalan lancar apabila terdapat kendala pada spermanya. Sperma yang bagus diukur dari tingkat volume, bentuk, dan pergerakannya.

Prosedur Bayi Tabung
1. Induksi Ovulasi
Prosedur ini diawali dengan menggunakan hormon sintetik (FSH, HCG, suplemen progesteron, dan lain-lain) untuk merangsang produksi sel telur.
2. Pengambilan Sel Telur
Jika sel telur telah matang dan jumlahnya cukup, selanjtnya diambil.
3. Pengambilan Sperma
4. Pembuahan
Ilustrasi pembuahan dari prosedur bayi tabung

Untuk pembuahan, ada dua opsi yang biasa lakukan
1. Inseminasi konvensional, yaitu dengan mencampur sperma sehat dan sel telur yang matang di dalam wadah inkubasi
2. Injeksi sperma intrasitoplasma, yaitu dengan menyuntikkan sperma sehat secara langsung ke sel telur yang matang.

5. Bantuan Penetasan atau Assisted Hatching (Hanya untuk Kondisi Tertentu)
Bantuan ini biasanya dilakukan ketika Anda telah mengalami beberapa kali kegagalan saat menjalani program bayi tabung.
6. Transfer Embrio
Transfer embrio biasanya dilaksanakan setelah dua hingga lima hari pascapengambilan sel telur. Jika sukses, Anda terlihat perkembangan embrio dalam waktu 6 hingga 10 hari.

Berapa Lama Hasil Bisa Dilihat?
Pasien akan menunggu sekitar dua minggu setelah prosedur selesai.

Kemungkinan Risiko Prosedur Bayi Tabung
Satu hal yang harus Anda perhatikan adalah kemungkinan risiko dari menjalani prosedur bayi tabung. Meski begitu, tidak perlu khawatir karena secara keseluruhan, prosedur ini aman untuk dijalani.

1. Tekanan Darah Tinggi
Berdasarkan penelitian yang dimuat Seminars in Perinatology, banyak wanita yang mengeluhkan mengalami tekanan darah tinggi setelah prosedur IVF. Namun, sampai saat ini, belum diketahui secara pasti hubungan antara tekanan darah tinggi dengan bayi tabung.
Beberapa peneliti meyakini bahwa gejala tersebut berhubungan dengan kehamilan di usia 35 tahun ke atas, PCOS, atau penyakit komorbid yang telah diderita sebelum prosedur IVF.
2. Diabetes Gestasional
Anda juga harus mewaspadai gangguan diabetes gestasional setelah prosedur bayi tabung. 3. Bayi Lahir Prematur
Bayi lahir prematur juga beberapa kali ditemukan pada wanita yang menjalani prosedur bayi tabung.
4. Stres
Prosedur bayi tabung merupakan sebuah proses yang tidak singkat. Jika tidak bisa mengendalikan stres, yang terjadi adalah tingkat stres meningkat selama prosedur IVF berlangsung.
5. Bengkak di Beberapa Bagian Tubuh
6. Kembung dan Mual
Selama proses sebelum pengambilan sel telur, dokter akan memberikan obat untuk merangsang sel telur. Efek dari konsumsi obat ini pasien akan merasakan kembung.
7. Payudara Sensitif
Selama prosedur IVF, mungkin Anda akan merasakan sakit pada payudara. Hal ini merupakan efek dari obat kesuburan yang diberikan oleh dokter.



Sumber artikel https://www.mitrakeluarga.com/artikel/prosedur-bayi-tabung, diunduh Rabu, 3 November 2025

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update