Apa yang kita sebut sebagai "rasa" pada dasarnya adalah kumpulan berbagai sensasi. Bukan hanya rasa yang dirasakan oleh lidah. Aroma, tekstur, dan suhu makanan juga berperan. Rasa suatu makanan hanya dapat ditentukan ketika rasa dikombinasikan dengan aroma. Jika indra penciuman terganggu misalnya, karena hidung tersumbat biasanya akan lebih sulit untuk merasakan sesuatu dengan benar.
Apa saja rasa dasar?
Berdasarkan informasi yang ditransmisikan dari lidah ke otak, diperkirakan ada setidaknya lima kualitas rasa dasar.
a. Manis
b. Kecut
c. Asin
d. Pahit
e. Gurih/umami
Panas atau pedas bukanlah sebuah rasa.
Sensasi "pedas" sangat sering digambarkan sebagai rasa. Namun, sebenarnya, itu hanyalah sinyal nyeri yang dikirim oleh saraf yang menyampaikan informasi tentang suhu dan sentuhan. Makanan yang dibumbui dengan bubuk cabai mengaktifkan sinyal "nyeri dan panas". Hal ini disebabkan oleh zat kapsaisin dalam cabai.
Apakah ada area pengecap yang berbeda di lidah?
Rasa manis, asam, asin, pahit, dan gurih sebenarnya dapat dirasakan oleh semua bagian lidah. Hanya bagian samping lidah yang lebih sensitif daripada bagian tengah secara keseluruhan. Ini berlaku untuk semua rasa dengan satu pengecualian: bagian belakang lidah kita sangat sensitif terhadap rasa pahit. Hal ini tampaknya untuk melindungi kita sehingga kita dapat meludahkan makanan atau zat beracun atau busuk sebelum masuk ke tenggorokan dan tertelan.
Apa itu papila pengecap?
Papila pengecap terdiri dari banyak benjolan seperti kutil di bawah selaput lendir yang menutupi lidah. Papila ini sangat meningkatkan luas permukaan lidah dan memastikan bahwa rasa individual dapat dirasakan lebih intens. Oleh karena itu, papila ini memiliki semacam efek penguat rasa. Papila ini mengandung beberapa kuncup pengecap dengan sel-sel sensorik.
Ilustrasi: Papila pengecap
Berdasarkan bentuknya, terdapat tiga jenis papila pengecap:
a. Papila fungiformis
Papila fungiformis adalah yang paling umum: antara 200 hingga 400 tonjolan tersebar di seluruh permukaan lidah. Sebagian besar ditemukan di ujung dan tepi lidah, sehingga area ini sangat sensitif terhadap rasa. Papila fungiformis tidak hanya mendeteksi rasa: Papila ini juga mengandung sel sensorik untuk sentuhan dan suhu. Setiap papila memiliki 3 hingga 5 kuncup rasa di dalamnya.
b. Papila sirkumvalata
Papila sirkumvalata berukuran sangat besar dan terletak di pangkal lidah, tempat tenggorokan dimulai. Setiap orang hanya memiliki 7 hingga 12 papila sirkumvalata, tetapi setiap papila mengandung beberapa ribu kuncup rasa. Papila sirkumvalata berbentuk bulat, menonjol, dan terlihat dengan mata telanjang. Papila ini tersusun dalam bentuk V di bagian belakang lidah. Setiap papila sirkumvalata dikelilingi oleh semacam parit yang berisi banyak kelenjar yang "membersihkan" zat penghasil rasa menuju sel-sel sensorik.
c. Papila foliat
Papila foliata juga dapat dilihat dengan mata telanjang di tepi lidah di bagian belakang mulut. Di sana Anda dapat melihat beberapa lipatan yang terletak berdekatan. Lidah kita memiliki sekitar 20 papila foliata, yang masing-masing memiliki beberapa ratus kuncup pengecap.
Apa itu indra perasa?
Kuncup rasa adalah organ pengecap yang sebenarnya. Kuncup rasa memiliki banyak sel sensorik yang, pada gilirannya, terhubung ke banyak serabut saraf yang berbeda.
Setiap kuncup rasa memiliki antara 10 hingga 50 sel sensorik. Sel-sel ini membentuk kapsul yang berbentuk seperti kuncup bunga atau jeruk. Di ujung kapsul ini terdapat lubang menuju corong berisi cairan, yang dikenal sebagai pori rasa. Corong ini berisi perpanjangan sel sensorik tipis berbentuk jari, yang disebut rambut rasa. Protein di permukaan rambut rasa mengikat zat penghasil rasa ke permukaan sel.
Ilustrasi: Kuncup rasa
Pengecap pada lidah
Kuncup pengecap terletak di dinding dan alur papila. Orang dewasa memiliki total antara 2.000 hingga 4.000 kuncup pengecap. Sel-sel sensorik di kuncup pengecap diperbarui sekali seminggu.
Secara umum mekanisme pengecapan pada lidah diawali dari papila, lidah sebagai indra pengecap akan menerima rangsang berupa rasa dari makanan atau minuman yang dikonsumsinya. Kemudian, saraf akan meneruskan rangsang tersebut ke pusat saraf pengecap di otak. Kemudian, otak akan menanggapi rangsangan tersebut sebagai informasi, sehingga Si Kecil dapat merasakan rasa dari makanan ataupun minuman yang dikonsumsinya.
Sumber artikel https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279408/ diunduh Jum’at, 30 Januari 2026



Tidak ada komentar:
Posting Komentar