Sumber gambar : http://ilmutentangdunias.blogspot.com
Makhluk hidup memiliki bentuk yang beranekaragam, namun memiliki tantangan yang sama. Telinga luar jackrabbit (Lepus alleni) tipis dan sangat lebar. Telinga tersebut menyediakan indra pendengaran yang tajam bagi terwelu ini, pertahanan untuk melawan predator. Telinga itu juga membantu jackrabbit membuang panas yang berlebih. Darah yang mengalir melalui jejaring pembuluh masing-masing telinga mentransfer udara ke udara sekeliling. Akan tetapi, aliran darah di telinga terkadang dapat mendatangkan masalah. Saat udara terlalu panas, darah yang mengalir di telinga dapat mengabsorpsi panas, sehingga meningkatkan suhu tubuh ke taraf yang berbahaya.
Jadi bagaimana jackrabbit yang bertelinga lebar bisa sintas melewati panas gurun di tengah hari?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus mengkaji lebih dalam tentang bentuk biologis, atau anatomi, dari hewan tersebut.
Sepanjang hayat, jackrabbit menghadapi tantangan-tantangan mendasar yang sama dengan hewan manapun, baik itu hidra, rajawali, atau manusia. Semua hewan harus memperoleh oksigen dan nutrien, memerangi infeksi, dan menghasilkan keturunan.
Mengingat semua hewan memiliki kebutuhan dasar yang sama, mengapa spesies sangat bervariasi dalam sifat, kompleksitas, organisasi, dan penampilan?
Seleksi alam mengunggulkan, melalui beberapa generasi, variasi-variasi yang muncul dalam suatu populasi yang paling cocok dengan kebutuhan hewan tersebut. Solusi terhadap tantangan-tantangan kesintasan berbeda-beda menurut lingkungan dan spesies, namun bagi jackrabbit dan hewan-hewan yang lain, pemecahan-pemecahan tersebut seringkali menghasilkan kecocokan yang tinggi antara bentuk dan fungsi.
Karena bentuk dan fungsi berkorelasi, mengkaji anatomi seringkali memberikan petunjuk-petunjuk tantang anatomi-fungsi biologi.
Pada kasus jackrabbit, para peneliti menyadari bahwa telinga lebarnya yang berwarna merah muda menjadi pucat ketika suhu udara melebihi 40oC, suhu tubuh jackrabbit yang normal. Perubahan warna itu merefleksikan penyempitan sementara pembuluh-pembuluh darah sebagai respon terhadap lingkungan yang panas. Dengan suplai darahnya yang dikurangi, telinga dapat mengabsorpi panas tanpa menaikan suhu bagian-bagian tubuh yang lain secara berlebihan. Ketika suhu udara mendingin, aliran kembali normal, dan telinga yag lebar kembali membantu melepaskan panas yang berlebih.
Demikian, bagaimana jackrabbit hewan yang manis, beradaptasi terhadap kondisi lingkungannya. Dengan kemampuan adaptasi yang cerdik maka kesintasan makhluk hidup akan terjaga dan survival. Semoga bermanfaat.
Referensi : Campbell.Reece, dkk, Biologi Edisi kedelapan, Erlangga, Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar