Penyakit Atau Gangguan Pada Sistem Reproduksi Materi Biologi kelas 11 SMA-MA -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Penyakit Atau Gangguan Pada Sistem Reproduksi Materi Biologi kelas 11 SMA-MA

| 26.11.25 WIB | 0 Views
Penyakit pada sistem reproduksi pada umumnya terjadi akibat infeksi mikroorganisme tertentu. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, penyakit tersebut sering disebut PMS (Penyakit Menular Seks). Selain melalui hubungan seksual, PMS dapat ditularkan oleh cairan darah melalui jarum suntik/tranfusi. Ibu hamil juga dapat menularkan PMS kepada bayinya. Dalam banyak kasus, PMS kadang tidak menunjukan gejala sama sekali. Meskipun demikian, tetap harus digaris bawahi bahwa seseorang yang terinfeksi PMS dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain. Beberapa gejala umum PMS dijelaskan dalam tabel berikut.
Secara lebih terperinci, beberapa jenis penyakit yang menyerang sistem treproduksi dijelaskan dalam uraian berikut.

1. Keputihan
Penyakit ini ditandai dengan keluarnya cairan kental berwarna putih dari vagina. Cairan itu biasanya berbau tidak sedap dan mengakibatkan gatal-gatal didaerah vagina. Keputihan dapat terjadi akibat infeksi jamur maupun bakteri. Keputihan akibat infeksi jamur oleh jamur Clamydia trachomatis disebut klamidiasis. Keputihan akibat infeksi jamur oleh jamur Candida albicans disebut kandidiasis. Keputihan juga dapat terjadi akibat infeksi oleh bakteri Gardnerella.

a) Klamidiasis
Penyakit ini dapat menyerang organ reproduksi pada pria maupun perempuan.

Gejala yang dialami penderita perempuan sebagai berikut.
1) Keluarnya cairan dari alat kelamin atau keputihan encer berwarna putih kekuningan.
2) Rasa nyeri dirongga panggul
3) Pendarahan setelah berhubungan seksual

Gejala yang dialami penderita pria sebagai berikut.
1) Rasa nyeri saat kencing
2) Keluar cairan bening dari saluran kencing
3) Apabila ada infeksi lebih lanjut, cairan semakin sering keluar dan bercampur darah.

Gejala gejala tersebut sering tidak muncul sama sekali, padahal proses infeksi sedang berlangsung. Oleh karena itu, penderita tidak sadar menjadi pembawa PMS dan menularkan penyakit tersebut pada pasangannya melalui hubungan seksual.

Klamidiasis pada perempuan mengakibatkan cacatnya saluran telur, kemandulan, radang saluran kencing, dan robeknya saluran ketuban sehingga terjadi kelahiran bayi sebelum waktunya (prematur). Pada lakilaki, klamidiasis dapat mengakibatkan rusaknya saluran air mani, kemandulan, serta radang saluran kencing. Pada penderita bayi, kurang lebih 60%-70% terkena penyakit mata atau saluran pernapasan(pneumonia).

b) Kandidiasis vaginalis
Candida albicans merupakan sejenis jamur yang pada keadaan normal, terdapat dikulit maupun didalam liang kemaluan wanita. Namun pada keadaan tertentu, jamur ini berkembang biak sedemikian rupa sehingga menimbulkan keputihan. Gejala penyakit ini berupa keluarnya cairan putih seperti susu, bergumpal, terasa gatal dan panas, serta kemerahan didaerah kelamin.

2. Kanker Genetalia.
Penyakit ini terjadi pada organ reproduksi wanita yaitu terjadi pada vagina, serviks, dan ovarium. Kanker vagina terjadi akibat iritasi virus.

Gambar kanker serviks, Sumber gambar : https://www.kanal247.com

Gambar kanker ovarium, Sumber gambar : http://jeffstartaya.blogspot.com

3. Uretritis
Uretritis adalah peradangan uretra oleh Chlamydia trachomatis dan Ureplasma urealytcum atau virus herpes.

4. Prostatitis.
Prostatitis adalah kelainan pada prostat akibat adanya inflamasi pada kelenjar prostat. Inflamasi ini dapat terjadi akibat infeksi, baik oleh bakteri maupun non bakteri. Salah satu bakteri penyebab bakteri prostatitis adalah Escherichia coli. Prostitis umumnya terjadi pada pria burusia 25 – 50 tahun.

5. Epididimitis.
Epididimitis adalah peradangan pada saluran alat reproduksi pria (epididimis). Penyebab epididimitis dapat bermacam macam, antara lain akibat iritasi oleh zat kimia, komplikasi prostatektomi (pengangkatan prostat), infeksi yang dipicu mikroorganisme tertentu (misal oleh bakteri Coliforms), dan infeksi klamidial.

Gejala yang menyertai penyakit ini antara lain nyeri dan pembengkakan pada skrotum, keluar nanah dari uretra (lubang ujung penis) dan terdapat darah dalam semen (cairan sperma)

6. Orkitis
Orkitis adalah peradangan pada salah satu atau kedua testis (buah zakar). Orkitis dapat diakibatkan oleh sejumlah bakteri dan virus. Virus yang paling sering mengakibatkan orkitis yaitu virus gondongan (mumps). Virus lainnya meliputi Coxsackie virus, varicella dan, Echo virus. Adapun bakteri yang biasa mengakibatkan orkritis antara lain Neisseria gonorhoeae, Chlamydya trachomatis, E. coli, Klebsiella vneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Staphylochoccus sp. dan Steptoccus sp. Gejala penyakit ini sepintas mirip dengan gejala penyakit epididimitis, yaitu pembengkakan testis, nyeri saat buang air kecil, dan keluar nanah dari ujung penis (lubang tempat keluar urine).

7. Gonore (GO)
Penyakit ini diakibatkan oleh Neisseria gonorrhoae. Masa tenggang tanpa gejala berlangsung selama 2 – 10 hari setelah kuman masuk ketubuh melalui hubungan seks. Gejala yang dialami penderitaan gonore yaitu nyeri, merah, bengkak, dan bernanah pada alat kelaminnya. Gejala pada pria antara lain terasa sakit pada saat kencing, keluarnya nanah kental kuning kehijauan, ujung penis tampak merah dan agak bengkak. Pada wanita, 60% kasus tidak menunjukan gejala. Namun ada juga rasa sakit pada saat kencing dan terdapat keputihan kental berwarna kekuningan.

Penyakit GO pada pria dan wanita seringkali mengakibatkan kemandulan. Pada wanita bisa juga mengakibatkan radang panggul. Pentakit ini dapat dapat diturunkan pada bayi yang baru lahir berupa infeksi pada mata yang dapat mengakibatkan kebutaan.

8. Sifilis (raja singa)
Penyakit ini diakibatkan oleh Trephonema pallidun. Masa tanpa gejala berlangsung 3-4 mimggu, kadang kadang sampai 13 minggu. Selanjutnya, timbul benjolan disekitar alat kelamin. Gejala tersebut kadangkala disertai pusing dan nyeri tulang seperti flue yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6 – 12 minggu stelah hubungan seks. Gejala ini akan hilang pada sendirinya

Selama 2 – 3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukan gejala apapun (masa laten). Setelh 5 -10 tahun penyakit sifilis akan menyerang sususan saraf otak, pembulu darah, dan jantung. Pada wanita hamil, sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandunganya. Bayi yang dilahirkan dapat mengalami kerusakan kulit, hati, limpa, dan keterbelakangan mental.

9. Herpes Genitalis
Penyakit ini diakibatkan oleh virus Herpes simplex dengan masa tenggang 4-7 hari sesudah virus masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seks.

Gejala yang dialami penderita herpes genitalis sebagai berikut.
1) Bintil-bintil berair (berkelompok seperti anggur) yang terasa nyeri di sekitar alat kelamin.
2) Bintil-bintil tersebut kemudian pecah dan meninggalkan luka yang kering mengerak, tetapi luka tersebut dapat hilang sendiri.
3) Gejala dapat kambuh lagi apabila ada faktor pencetus (stres, menstruasi, dan minuman/makanan berakohol), tetapi tidak senyeri tahap awal. Pada perempuan, sering mengakibatkan kanker mulut rahim beberapa tahun kemudian. Penyakit ini belum ada obatnya yang benar-benar mujarab, tetapi pengobatan anti virus dapat mengurangi rasa sakit.

10. Trikomoniasis Vaginalis
Teikompniasis vaginalis diakibatkan oleh parasit Trychomonas vaginalis. Gejala alam yang dialami penderita trikomoniasis vaginalis sebagai berikut.
1) Keluar cairan encer dari vagina, bewarna kuning kehijauan , berbusa ,dan berbau busuk.
2) Vulva membengkak, kemrahan, gatal, dan terasa tidak nyaman.
3) Nyeri saat berhubungan seksual atau saat kencing.

11. Kutil Kelamin
Kutil kelamin diakibatkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Gejala yang dialami penderita kutil kelamin sangat khas yaitu terdapat satu atau bebarapa kutil disekitar kemaluan. Kutil kelamin pada wanita, dapat mengenai kulit di daerah kelamin sampai dubur, selaput lendir bagian dalam ilang kemaluan sampai leher rahim. Pada wanita hamil, kutil dapat tumbuh sampai besar sekali. Kutil kelamin kadang-kadang bisa mengakibatkan kanker leher rahim atau kanker kulit di sekitar kelamin.

Kulit kelamin pada pria tumbuh pada alat kelamin dan saluran kencing bagian dalam. Kutil kadang-kadang tidak terlihat sehingga tidak disadari. Biasanya pria baru menyadari setelah ia menulari pasangannya.

12. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)
AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini diakibatkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Gejala yang dialami penderita AIDS sebagai berikut.
1) Berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat.
2) Mengalami demam tinggi, diare, dan batuk yang berkepanjangan (lebih dari satu bulan).
3) Kelainan pada kulit dan terjadi iritasi(gatal).
4) Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan.
5) Pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, seperti di bawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha.
Gambar virus HIV, Sumber gambar : https://aidsinfo.nih.gov

Selain PMS, organ reproduksi dapat mengalami gangguan tertentu sehingga tidak berfungsi dengan baik. Gangguan itu dapat terjadi pada organ reproduksi pria maupun wanita. Bebrapa gangguan yang sering dijumpai pada sistem reproduksi sebagai berikut.

a. Endometriosis
Endometriosis merupakan organ gangguan atau kelainan pada sistem reproduksi wanita yang ditandai tumbuhnya jaringan endometrium di luar uterus, misal pada ovarium atau oviduk. Endometriosis dapat mengakibatkan sakit pinggang, nyeri perut, dan nyeri saat menstruasi. Endometriosis dapat menghambat proses kehamilan.

b. Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah gangguan atau kelainan pada sistem reproduksi pria yang ditandai gagalnya satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen kedalam skrotum. Peristiwa ini terjadi pada saat bayi dan biasanya terjadi pada bayi yang lahir prematur. Oleh karena testi tidak turun ke dalam skrotum akan terjadi gangguan saat berlangsungnya spermatogenesis. Bayi yang lahir dalam kondisi ini akan mengalami risiko kemandulan saat dewasa dan kanker.

c. Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah gangguan atau kelainan pada sistem reproduksi pria yang ditandai adanya penurunan fungsi testis akibat gangguan hormonal. Hipogonadisme dapat terjadi akibat rendahnya konsentrasi hormon testosteron yang dapat terjadi pada segala usia, bahkan sebelum kelahiran. Gangguan ini dapat mengakibatkan infertilitas (mandul), impotensi (penis tidak dapat berereksi), dan tidak tampaknya ciri seksual sekunder pada pria.

d. Amenore
Amenore adalah gangguan reproduksi pada wanita yang ditandai tidak terjadinya menstruasi. Amenore dibedakan menjadi dua, yaitu amenore primer dan amenore sekunder.
1) Amenore primer ditandai dengan tidak terjadinya menstruasi pada wanita sampai usia 17 tahun.
2) Amenore sekunder ditandai dengan tidak terjadinya menstruasi pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami menstruasi.
Amenore dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kelainan bawaan pada sistem reproduksi (misal tidak memiliki rahim atau vagina, adanya sekat pada vagina, dan serviks yang sempit), kelainan kromosom,hipoglikemia, dan penurunan berat badan yang terlalu ekstrem.

e. Mioma atau Kista
Mioma adalah tumor jinak yang tumbuh di daerah otot rahim. Mioma timbul pada wanita yang berada pada usia produktif karena pertumbuhan mioma dipengaruhi kandungan estrogen dalam tubuh. Mioma jarang ditemukan pada wanita yang belum mengalami menstruasi. Di atas usia produktif, mioma akan mengecil karena kadar estrogen penderita sudah berkurang.

Gejala klinis mioma sebagai berikut.
1) Adanya gangguan haid, buang air kecil, dan buang air besar.
2) Terjadi pendarahan abnormal.
3) Rasa nyeri terutama pada saat menstruasi.
4) Jika penderita mioma hamil dapat mengganggu aktivitas kehamilan dapat terjadi keguguran secara tiba-tiba.

f. Penyumbatan pada saluran Reproduksi
Seorang wanita yang pernah menderita PMS dapat mengalami gangguan penyumbatan saluran reproduksi. Penyumbatan tersebut dapat mengakibatkan sulit hamil. Penyumbatan pada saluran reproduksi dapat dihilangkan melalui pembedahan atau operasi. Namun, tingkat keberhasilan operasi ini kecil.

Ada cara lain agar wanita dengan penyumbatan saluran reproduksi dapat hamil. Cara ini cukup sukses dan telah membantu banyak orang yang ingin mempunyai anak. Cara tersebut adalah program bayi tabung. Program ini dilakukan dengan cara melakukan pembuahan sel telur oleh sperma dalam media kultur tertentu. Setelah itu, hasil pembuahan (zigot) diimplantasikan ke rahim ibu.


Referensi : Wigati Hadi Omegawati, dkk, Biologi Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam, SMA/MA Kelas XI, Intan Pariwara, Klaten, 2017

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update