Hidung berfungsi sebagai indra pembau (olfaksi) yang mendeteksi zat kimia di udara. Berikut adalah ringkasan fungsi, struktur, dan cara kerjanya:
Sumber gambar https://www.gramedia.com
1. Bagian-Bagian Penting
Lubang Hidung, Rambut Hidung (Silia), Selaput Lendir (Mukosa), Saraf Olfaktori (Reseptor)
2. Fungsi Utama
Hidung memiliki beberapa fungsi yang diperlukan oleh tubuh, diantaranya yaitu:
a. Sebagai alat respirasi atau pernapasan
Sebagai alat pernapasan, hidung akan menghirup oksigen yang akan masuk ke dalam tubuh melalui organ dalam lainnya hingga ke paru-paru. Selain itu, hidung juga berfungsi sebagai jalur keluarnya karbon dioksida, yang juga tidak jauh berbeda dengan mulut. Sebagai aktor utama dalam proses respirasi, hidung sebagai tempat masuknya udara juga tentunya memiliki tempat untuk menyaring, menghangatkan, serta melembabkan udara yang akan diterima oleh tubuh.
b. Sebagai indera penciuman
Dalam proses penciuman ini, hidung akan terkoneksi dengan otak melalui saraf kranial dan akan menimbulkan serta menciptakan ingatan terhadap penciuman sesuatu.
c. Koneksi dengan rasa
Peran penciuman disini adalah sebagai penyempurna dari rasa yang berhubungan dengan bau. Tidak jarang bahwa manusia akan dapat mengetahui rasa dari sesuatu hanya melalui penciumannya saja. Itulah salah satu hasil dari hubungan antara penciuman dengan rasa.
d. Terhubung dengan memori
Sebagai indera penciuman, tentu memiliki banyak fungsi dari penciuman itu sendiri. Salah satunya adalah akan secara tidak langsung mengingat akan sesuatu ketika mencium sebuah aroma atau bau. Semisal saja ketika mencium sebuah aroma parfum, maka saraf hidung yang terhubung dengan otak akan langsung merespon hal tersebut dengan ingatan atau memori akan seseorang yang dikenal yang menggunakan aroma parfum tersebut.
e. Sebagai penyaring udara
Hidung memiliki beberapa bagian seperti rambut halus yang dapat menyaring udara yang masuk beserta dengan kotoran. Dengan penyaring udara ini, tubuh akan mendapatkan udara yang diinginkan, yaitu udara yang bersih dan bebas dari kotoran, serangga atau bahkan hal lainnya.
Selain itu, hidung juga memiliki fungsi alami sebagai penghangat udara yang dingin serta hidung juga dapat berfungsi sebagai pelembab udara yang terlalu kering, sehingga setelah melewati hidung maka udara yang masuk merupakan udara yang sudah menyesuaikan dengan kondisi tubuh.
3. Cara Kerja Hidung
- Aroma (zat kimia gas) masuk ke hidung saat kita bernapas.
- Zat tersebut larut dalam lendir dan menyentuh sel reseptor olfaktori.
- Reseptor mengirimkan sinyal listrik melalui saraf penciuman ke otak, bagian lobus frontal
- Otak menerjemahkan sinyal tersebut sebagai bau tertentu.
4. Gangguan Umum
- Rhinitis (Pilek): Peradangan pada mukosa hidung akibat alergi (serbuk sari, debu) atau infeksi virus, menyebabkan bersin, meler, dan hidung tersumbat.
- Sinusitis: Peradangan pada rongga sinus (sekitar mata dan hidung) yang menyebabkan nyeri wajah, sakit kepala, dan lendir kental.
- Polip Hidung: Pertumbuhan jaringan lunak, jinak, dan licin pada saluran hidung atau sinus, seringkali akibat peradangan kronis.
- Deviasi Septum: Kelainan posisi dinding pemisah lubang hidung yang bengkok, membatasi aliran udara.
- Epistaksis (Mimisan): Perdarahan hidung yang sering disebabkan oleh pembuluh darah pecah akibat udara kering, trauma, atau iritasi.
- anosmia (hilang penciuman) atau parosmia (salah mengenali bau), sering terjadi pasca infeksi virus.
- Rhinitis Vasomotor: Hidung tersumbat atau meler tanpa penyebab alergi yang jelas, sering dipicu perubahan cuaca atau iritan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar