Aktivitas manusia dapat mengakibatkan ketidakseimbagan lingkungan. Sebagai contoh, aktivitas manusia yang menghasilkan limbah dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energy, atau komponen lain ke lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Bahan-bahan atau zat yang dapat mencemari lingkungan disebut polutan. Suatu zat disebut polutan jika memenuhi kriteria berikut:
a. Jumlahnya melebihi batas normal
b. Berada pada tempat yang tidak semestinya
c. Berada pada waktu yang tidak tepat.
Berdasarkan zat pencemarnya, pencemaran lingkungan dibedakan menjadi pencemaran kimiawi, pencemaran fisik, dan pencemaran biologis.
- Pencemaran kimiawi merupakan pencemaran yang polutannya berupa zat kimia, baik organic maupun anorganik. Contohnya zat radioaktif, unsur-unsur logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, dan Hi).
- Pencemaran fisik merupakan pencemaran yang plutannya berupa kaleng-kaleng, botol, plastic san karet.
- Pencemaran biologi merupakan pencemaran yang polutannya berupa berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Contoh Eschericia coli, Entamoeba coli, Salmonela thyposa, Enterovirus, Giardia lamblia, dan berbagai cacing parasite (Ascaris lumbricoides, Taenia sp, dan Fasciola hepatica).
Berdasarkan lokasi yang tercemar, pencemaran lingkungan dibedakan menjadi pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran udara.
a. Pencemaran air
Sumber pencemaran air berupa limbah rumah tangga, limbah pertanian, limbah industri, dan limbah pertambangan.
Pencemaran air dapat mempengaruhi daya tahan makhluk hidup didalamnya. Adanya pencemaran dalam perairan dapat diketahui melalui uji kimia kualitas air. Beberapa parameter kimia kualitas air meliputi BOD, COD, DO, dan pH
1) BOD (Biochemical Oxygen Demand)
BOD atau kebutuhan oksigen biologi (KOB) adalah jumlah oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme dalam air untuk menguraikan bahan organic. Nilai BOD diperoleh dari selisih oksigen terlarut awal dengan oksigen terlarut akhir (biasanya setelah 5 hari pengamatan). Semakin besar nilai BOD, tingkat pencemarannya semakin tinggi.
2) COD (Chemical Oksigen Demand)
COD atau Kebutuhan Oksigen Kimiawi (KOK) merupakan jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan organik yang terkandung dalam air melalui reaksi kimia. Semakin tinggi nilai COD, tingkat pencemaran air semakin tinggi.
3) DO (Dissolved Oxigen)
DO adalah kadar oksigen terlarut dalam air. Semakin kecil nilai DO, tingkat pencemaran air semakin tinggi.
4) Tingkat keasaman (pH)
pH adalah ukuran keaaman suatu perairan. Air bersih mempunyai pH 6,5 – 7,5. Air dengan pH yang lebih kecil atau lebih besar dari nilai pH tersebut menunjukkan adanya pencemaran. Air dengan kondisi tercemar tidak sesuai untuk kehidupan mikroorganisme.
b. Pencemaran Udara
Pencemaran uadara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak property. Pengertian lain tentang pencemaran udara adalah masuknya atau tercampunya unsur-unsur berbahaya ke atmosfer yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum, serta menurunkan kualitas lingkungan. Pencemaran udara oleh gas-gas tertentu dapat mengakibatkan peristiwa penipisan lapisan ozon, efek rumah kaca dan pemanasan global.
Senyawa pencemar udara digolongkan menjadi dua, yaitu senyawa pencemar primer dan senyawa pencemar skunder. Senyawa pencemar primer adalah senyawa pencemar yang langsung berasal dari sumber pencemar. Senyawa pencemar skunder adalah senyawa yang berasal dari hasilnreaksi senyawa-senyawa pencemar primer di udara.
1) Oksida sulfur.
Pencemaran oksida sulfur terutama disebabkan oleh dua komponen sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida (SO2) dan sulfut trioksida (SO3) dan keduanya diebut oksida sulfur (Sox).
Sumber pencemar SOx antara lain pembakaran arang, gas, dan kayu. Sox juga bias berasal dari proses industri seperti pemurnia petroleum, industri asam sulfat dan industry peleburan baja.
Dampak yang dapat ditimbulkan terhadap manusia adalah iritasi pada sistem pernapasan.
2) Karbon monoksida (CO) dan Karbondioksida (CO2).
Gas CO merupakah hasil pembakaran tidak sempurna dari mesin mobil dan mesin bakar lainnya. Gas CO mempunyai kemampuan untuk berikatan dengan hemoglobin, membentuk HbCO (Karboksihemoglobin), kondisi ini dapat berakibat serius, bahkan fatal karena dapat mengakibatkan keracunan.
Kandungan CO2 di udara berlebihan mengakibatkan efek rumah kaca. Fenomena efek rumah kaca mengakibatkan suhu di atmosfer meningkat yang dikenal dengan pemanasan global (global warming).
3) Klorin
Gas klorin (Cl2) sangat terkenal sebagai gas beracun yang digunakan pada perang dunia II. Klorin dihasilkan oleh industri yang melakukan klorinasi, seperti industri plastik, pestisida (misalnya DDT) dan herbisida. Klorin juga dihasilkan pada kegiatan pemutihan dalam pemrosesan selulosa, industri kertas, pabrik pencucian tekstil, serta disinfektan untuk air minum dan kolam renang. Freon (CFC) juga mengandung Cl2.
Dampak yang bisa ditimbulkan adalah iritasi pada mata dan saluran pernapasan.
4) Nitrogen dioksida (NO dan NO2)
Nitrogen dioksida secara alami baerasal dari aktivitas bakteri. Sebagian besar pencemaran NO2 berasal dari kegiatan manusia seperti pembakaran pada mesin kendaraan bermotor, produksi energi dan pembuangan sampah.
Dampak yag bisa ditimbulkan adalah paru-paru bisa menglami pembengkakan sehingga sulit bernapas.
5) Partikel debu.
Partikel debu melayang merupakan campuran sangat rumit dari berbagai senyawa organik dan anorganik yang berdiameter mulai <1 mikron sampai 500 mikron).
Partikulat debu tersebut dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan, mengiritasi mata, serta mengurangi jarak pandang mata. Partikel debu juga dapat mengurangi intensitas sinar matahari ke bumi.
c. Pencemaran tanah.
Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh aktivitas rumah tangga yang menghasilkan limbah domestik, kegiatan industri yang meghasilkan limbah industri dan kegiatan pertanian yang menghasilkan limbah pertanian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar