Metode Ramah Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Metode Ramah Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah

| 13.1.26 WIB | 0 Views

Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari menghasilkan berbagai jenis limbah. Apabila dibiarkan semakin lama’ limbah akan semakin menumpuk dan menimbulkan berbagai jenis gangguan bagi kehidupan yang berdampak kerusakan lingkungan.

Limbah merupakan zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga) yang kehadirannya pada suatu saat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena dapat menurunkan kualitas lingkungan.

Limbah dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:
a. Limbah Organik
Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari jaringan tubuh makhluk hidup. Limbah ini dapat diuraikan oleh dekomposer. Limbah organik terdiri atas bahan-bahan yang bersifat organik seperti dari kegiatan rumah tangga maupun kegiatan industri. Limbah organik dibedakan menjadi dua yaitu limbah organik basah dan limbah organik kering.

Limbah organik basah memiliki kandungan air yang cukup tinggi seperti pada sayuran dan buah-buahan. Sementara itu limbah organik kering adalah limbah organaik yang memiliki kandungan air yang yang relatif sedikit, seperti daun kering dan potongan-potongan kayu. Limbah organik dapat di olah emnjadi kompos melalui kegiatan Compossing dengan bantuan mikroorganisme pengurai.

b. Limbah Anorgaik
Limbah anorganik adalah limbah yang tidak dapat di uraikan oleh organisme pengurai. Limbah ini tidak dapat membusuk. Oleh karena itu, dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lain. Limbah anorganik yang dapat didaur ulang, antara lain plastil, logam, dan kaca.

c. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Limbah B33 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau meracun yang dapat mencemari atau mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup atau mebahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia, serta makhuk hidup lain. Menurut PP Nomor 85 Tahun 1999 tentang Pengelaolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah B3 dapat dikatagorikan berdasarkan sumber dan karakteristiknya.
Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dibedakan menjadi limbah B3 dari sumber spesifik, limbah B3 dari sumber tidak spesifik dan limbah B3 dari bahan kimia kedaluwarsa, tumpahan, serta bekas kemasan dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi.
Berdasarkan karakteristiknya, limbah B3 dibedakan menjadi mudah meledak, pengoksidasi, sangat mudah sekali menyala, sangat mudah menyala, mudah menyala, amat sangat beracun, sangat beracun, beracun, berbahaya, korosif, iritatif, berbahaya bagi lingkungan, karsinogenik, teratogenik, dan mutagenik.
Limbah B3 antara lain dihasilkan oleh industri karet, petrokimia, industri tekstil, pengolahan dan peleburan logam, serta industri maufaktur.

Mengingat bahaya dan resiko yang mungkin ditimbulkan apabila limbah B3 menyebar ke lingkungan, limbah B3 haru ditangani secara khusus.
Lalu bagaimana cara pengelolaan limbah?

Berikut metoda pengolahan limbah berdasarkan wujudnya.
a. Metode konvensional
Metode ini digunakan untuk menangani limbah cair. Metode konvensional dilakukan secara fisik, kimia dan biologis.

1) Pengoloahan limbah secara fisik.
Limbah dipisahkan dari bahan-bahan polutan yang mengapung. Pemisahan bahan tersebut dilakukan dengan cara penyaringan. Selanjutnya, bahan polutan yang mudah mengendap dipisahkan dengan proses pengendapan.

2) Pengolahan limbah secara kimia.
Pengolahan limbah secara kimiabiasanya digunakan untuk menghilangkan logam berat, senyawa pospor, dan zat organik beracun. Zat-zat tersebut dipisahkan dengan cara menambahkan bahan kimia. Tindakan ini dilakukan untuk mengubah sifat polutan yang tidak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan.

3) Pengolahan limbah secara biologi
Semua limbah yang biodegradable dapat diolah secara biologis yaitu menggunakan metode lumpur aktif. Dalam metode ini pengolahan limbah dilakukan dengan cara menambahkan mikroorganisme ke dalam limbah. Mikroorganisme tersebut berfungsi untuk menguraikan polutan dalam limbah. Pengolahan limbah secara biologis ini dapat menurunkan nilai BOD.

Bagaimana pengolahan limbah dengan metode ramah lingkungan?

Metode ini dilakukan dengan cara meminimalisasi penggunaan bahan yang berpotensi menimbulkan pencemaran, antara lain dengan cara:

1) Reuse (memakai Ulang)
Reuse adalaah menggunakan kembali barang-barang yang sudaah tidak dipakai lagi untuk keperluan lain. Pada prinsip reuse ini barang-barang yang sudah tidak terpakaai tidak mengalami pengolahan, tetapi hanya dialihfungssikan untuk keperluan lain. Sebagai contoh, menggunakan ember bekas untuk menanam bunga.

2) Reduce (mengurangi Pemakaian)
Reduce artinya menggunakan barang-barang hanya saat diperlukan saja. Tindakan ini selain mengurangi volume sampah, juga untuk penghematan sumber daya alam. Sebagai contoh, menhemat penggunaan kertas dan plastik.

3) Recycle (mendaur Ulang)
Recycle adalah mengolah barang-barang yang sudah tidak terpakai menjadi produk lain yang bermanfaat.misalnya melebur botol plastik untuk dijadikan kembali mainan anak-anak.

4) Replace (Mengganti)
Replace yaitu mengganti barang sekali pakai dan barang yang tidak ramah lingkungan dengan barang yang dapat digunakan brulang-ulang dan barang yang dapat didaur ulang. Sebagai contoh, mengganti tisu dengan sapu tangan.

5) Repair (Memperbaiki)
Reapir yaitu memperbaiki barang-barang yang rusak agar dapat dipakai kembali. Sebagai contoh menjahit baju yang robek.

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update